Terkini.id, Jakarta – Setelah juru bicara (jubir) Fadjroel Rachman menjadi Duta Besar Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan kini Presiden Jokowi diketahui belum menemukan pengganti.
Menanggapi hal tersebut, Arief Poyuono Politikus Partai Gerindra mengungkapkan Presiden Jokowi tidak perlu memiliki jubir baru pengganti Fadjroel Rachman.
Hal tersebut disampaikan Arief Poyuono dikarenakan Presiden Jokowi bisa meniru mantan Presiden Kedua RI Soeharto.
“Kayak Pak Soeharto aja enggak usah ada jubir-jubiran, yang ada cuma menteri penerangan aja waktu itu,” ujar Arief Poyuono.
Arief pun menyebutkan pernyataan Presiden Jokowi yang mengaku masih mampu memberikan informasi ke masyarakat tanpa jubir.
- Darmawangsyah Muin: Rakorda Gerindra Sulsel Momentum Strategis Perkuat Soliditas Menuju Pemilu 2029
- Patudangi Azis Kunjungi Warga Duafa di Desa Polewali, Salurkan Sembako dan Santunan Tunai
- Organisasi Sayap Partai Gerindra, Gemira Sulsel Siap Menangkan Andi Sudirman Sulaiman
- Koalisi Makin Kuat, Giliran Gerindra Serahkan B1 KWK kepada Andi Sudirman-Fatmawati
- Partai Gerindra Keluarkan Rekomendasi ke Andi Seto untuk Pilwalkot Makassar 2024
“Saya rasa maksudnya Kang Mas, jubir presiden tidak terlalu diperlukan saat ini,” tutur Arief.
Ia juga menilai pernyataan yang langsung disampaikan Presiden Jokowi lebih valid. Arief pun berpendapat bahwa Presiden Jokowi tidak perlu lagi memiliki seorang jubir. Dikutip dari Detikcom. Sabtu, 13 November 2021.
“Karena banyak pejabat yang harusnya bisa mewakili suara presiden dalam menyampaikan informasi-informasi kepresidenan, tapi tidak berfungsi misalnya Kepala KSP, Mensesneg, Seskab, Menkominfo, mereka itu kan bisa jadi jubir Presiden secara langsung,” pungkasnya.
Menurut dia, lebih efektif dan efisien jika tidak ada lagi jubir presiden. “Dan justru bisa mengurangi miskomunikasi yang membuat masyarakat bingung. Irit anggaran juga karena enggak perlu menggaji jubir presiden dan mengeluarkan anggaran untuk jubir,” imbuhnya.
Sebab, dia melihat selama ini jubir presiden maupun staf khusus presiden membuat kekacauan informasi.
“Sehingga membuat gaduh saja, yang akhirnya Jokowi sendiri yang harus menjelaskan ke publik kalau sudah gaduh-gaduh,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
