Masuk

Jokowi Turunkan Harga Tes PCR, Mardigu: Bos Kalau Pahlawan Ya Gratis Lah!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kebijakan Presiden Jokowi yang menurunkan tarif tes PCR menjadi Rp 300 ribu membuat publik bertanya-tanya.

Pasalnya, harga tes PCR yang diputuskan Presiden Jokowi berbeda jauh sekali dengan awal masa pandemi di mana harganya bisa lebih dari Rp 2 juta.

Pengusaha asal Indonesia, Mardigu Wowiek menilai jika kebijakan yang diambil Jokowi hanyalah pencitraan belaka agar dirinya disebut sebagai pahlawan.

Baca Juga: Asrama Mahasiswa Nusantara Mulai Dibangun di Makassar

Mardigu juga mengatakan jika Jokowi ingin disebut pahlawan, maka harga tes PCR harus dihapuskan alias gratis.

Hal ini dituliskannya dalam narasi video yang diunggah dalam kanal YouTube pribadinya, Bossman Mardigu, Selasa 9 November 2021.

“Awalnya ketinggian untung kegedean lalu di turunin dikit agar terlihat seperti pahlawan. Bos, kalau pahlawan ya gratis lah ra usah dibayar,” ucap Mardigu.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Jokowi Himbau Jangan Ada Gesekan Sosial dan Adu Domba Politik

Sebelumnya, di dalam video tersebut Mardigu membeberkan jika hasil keuntungan tes PCR selama pandemi mencapai Rp 23 Triliun.

“Kalau saya sebutkan angka Rp 23 Triliun, apa yang ada di benak sahabat semua?” tanya Mardigu di awal pembukaan video.

“Tetapi kalau di kepala saya, dan beberapa pengamat ekonomi angka itu adalah angka penjualan hasil mem-PCR-kan rakyat Indonesia selama pandemi,” tuturnya.

Mardigu juga menjelaskan bahwa lebih dari 10 juta tes PCR dilakukan masyarakat saat harganya masih melambung tinggi. Padahal, harga satu alat tes PCR hanya Rp 13 Ribu.

Baca Juga: Heboh, Pernyataan Jokowi Seputar Pemimpin Rambut Putih, Denny Siregar: Bukan Ganjar, Bapak Rambutnya Hitam

“Tes PCR oleh perusahaan yang katanya untuk rakyat (dari perusahaan) milik pejabat berkuasa, namun membuat rakyat harus membayar jutaan rupiah untuk sebuah tes yang nilainya hanya Rp 13 Ribu,” ujar Mardigu.