Masuk

Jual Minyak Goreng Fiktif, Mahasiswi Berhasil Tipu Ratusan Orang

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Seorang mahasiswi di Mataram ditangkap aparat lantaran menjual minyak goreng fiktif lewat WhatsApp. Pelaku bahkan berhasil menipu ratusan orang dengan aksinya itu.

Mahasiswi berinisial SPU asal Ampenan Kota Mataram tersebut ditangkap usai dilaporkan oleh sejumlah korbannya atas dugaan tindak pidana penipuan dengan modus jual minyak goreng.

Korban dari pelaku sendiri diketahui tak hanya satu orang melainkan diduga mencapai ratusan orang. Hal itu diketahui dari banyaknya korban yang melaporkan pelaku ke sejumlah kantor kepolisian yakni di Polresta Matram, Polda NTB, hingga Polres Lombok Barat.

Baca Juga: Jika Masih Sayang Nyawa, Jangan Coba Campur Sambal Buatanmu dengan Dua Bahan Ini!

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, pelaku dalam menjalankan aksinya mengunggah foto minyak goreng yang ia jual lewat WhatsAppa (WA).

Namun, setelah korban mentransfer sejumlah uang kepada pelaku ternyata minyak goreng tersebut tak kunjung dikirim ke korban alias fiktif.

“Pelaku buat story WA untuk menjual migor,” kata Kompol Kadek saat konfrensi pers di Polresta Mataram, Sabtu 15 Oktober 2022.

Baca Juga: Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Zulhas, Bawaslu: Tidak Memenuhi Syarat

Kompol Kadek mengungkapkan, salah satu korban inisial AF (20) telah mentransfer pemesan migor seharga Rp 31 juta pada Sabtu tanggal 9 April 2022 kepada pelaku.

Akan tetapi, kata Kadek, setelah uang dari AF itu diterima pelaku, pesanan 120 kardus minyak goreng yang dijual mahasiswi itu lewat WA tak kunjung diantarkan ke korban.

“Setelah transfer sampai sekarang tidak ada barang,” ungkap Kadek.

Menurut keterangan tersangka, aksi penipuannya dengan modus jual minyak goreng fiktif lewat WA itu ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

Baca Juga: Zulhas Jadi ‘Ledekan’ Akibat Dugaan Kampanye Untuk Putrinya, Pengamat: Kepentingan Politik Praktis!

“Keterangan tersangka hal ini dilakukan kebutuhan ekonomi dan untuk gali lubang tutup lubang sebab dikejar oleh korban lain. Sehingga pelaku melakukan kejahatan berulang,” ujar Kompol Kadek seperti dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id.