Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Chusnul Chotimah mengkritik penyeragaman harga komoditas minyak goreng yang telah ditetapkan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sebesar Rp14.000 per liter.
Chusnul menilai praktik penyeragaman harga tersebut tidaklah adil. Pasalnya hanya diterapkan di ritel-ritel modern.
Namun untuk pasar tradisional dan warung-warung klontong masih belum bisa mengikuti harga tersebut. Apalagi jika sudah terlanjur membeli dengan modal yang lebih tinggi.
“Knp sih yg ritel modern terus yg diutamakan, taukah kalian keberadaan mereka sdh menghancurkan warung2 kecil. Jika mereka sdh murah, lalu bgmn minyak makan yg ada di pasar tradisional dan warung2 yg sdh terlanjur beli mahal?” kicaunya di akun @ChusnulCh_ Rabu 19 Januari 2022.
Chusnul juga menyinggung soal subsidi yang katanya hanya diberikan kepada ritel modern namun untuk pedagang kecil tidak diberikan.
- Kabar Laba Semua Bank Himbara Meningkat, Akun Chusnul Chotimah Sindir Kadrun
- Chusnul: Ganjar Kejar Target Penurunan Angka Stunting, Warganet: Udah Masuk Gorong-gorong Blom?
- Kabar KPK Periksa Wabendum Demokrat, Chusnul: Kadernya Bermasalah Terus Dengan KPK
- Ditantang Bertaruh Tutup Akun Oleh Chusnul, Cipta Panca: Jangankan Tutup Akun, Tarohan Potong Telinga Ruhut Aja Gue Berani Kok
- Chusnul Sebut Anies Gubernur Terbungul dan Pembohong, Cipta Panca: Loe Bukan Warga Jakarta Mana Ngerti Tentang Jakarta Mas Jaenul
“Dalam waktu dekatnya kapan pak @MendagLutfi? Ritel sdh murah tapi toko, warung2 kecil dan pasar tradisional masih mahal, apakah itu tdk menyakiti perasaan mereka? Kenapa ritel yg dapat subsidi, mereka tdk, apakah ini keadilan?” kritiknya lebih lanjut.

Sementara itu dilansir dari contan.co.id, pemerataan harga minyak goreng diperuntukkan untuk semua jenis. Baik yang kemasan ekonomis hingga kemasan jerigen 25 liter. Dan juga tanpa terkecuali untuk kebutuhan rumah tangga dan juga usaha mikro.
Hasil pengamatan di beberapa ritel modern juga sudah menerapkan harga Rp14.000 per liternya. Namun perubahan ini belum dibarengi untuk pedagang di pasar tradisional.
Di pasar Tebet misalnya masih didapat pedagang menjual dengan harga Rp20.000 per liter. Menurut pedagang, ia belum mendapatkan sosialisasi dari pihak terkait sehingga masih menjual dengan harga mahal.
Kemudian Lutfi melalui konferensi persnya Selasa malam kemarin, menyebutkan pihaknya akan memberikan waktu satu minggu untuk penyesuaian harga di pasar tradisional. Yang seharusnya sudah harus seragam mulai rabu ini.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli karena panik sehingga memborong semua stok yang ada. Sebab pemerintah telah menjamin ketersediaan pasokan hingga 250 juta liter per bulannya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
