Terkini.id, Jakarta – Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera yang meminta Presiden Joko Widodo untuk segera menegaskan penolakan terhadap wacana Presiden tiga periode.
Ferdinand menyayangkan bahwa Mardani sebagai anggota DPR belum mengetahui pernyataan Jokowi tentang wacana tersebut.
“Bung Mardani, sebagai Anggota DPR, sayang sekali kalau belum membaca dan belum melihat pernyataan Presiden tentang wacana 3 periode,” tulisnya di akun twitter @FerdinandHaean3 pada Senin, 15 Maret 2021.
Ferdinand juga menyindir Mardani untuk banyak membaca berita dan mencari tahu pernyataan Jokowi terkait wacana Presiden tiga periode.
“Banyak-banyak baca berita, Bang. Jangan ngikutin FZ ngelike konten porno,” tulis Ferdinand.
- Soal Larangan Ekspor CPO, Mardani : Kebijakan Ini Juga Belum Menyelesaikan Masalah
- Pede Maksimal? Mardani PKS: Anies Mau Dipasangkan dengan Siapa pun Tetap Menang, Karakternya Cool!
- Soal Usulan Masa Jabatan Kepala Daerah Diperpanjang, Mardani: Itu Ide yang Menarik
- Heboh tentang Joe Biden, Tanggapan Mardani: Bahaya Jika Saran Negara Lain Langsung Diikuti
- Tanggapi Mardani, Ferdinand: Publik Kadrun Memang Tak Bisa Diedukasi!
“Gunakan HP mu klik google cari pernyataan presiden. Masa yang begini harus diajari? Malu dong!” lanjutnya
Sebelumnya, Mardani Ali Sera menyampaikan bahwa Presiden perlu segera memberi pernyataan tegas untuk menolak wacana presiden tiga periode tersebut.
“Wacana tiga periode perlu segera ditegaskan Pak @jokowi bahwa tidak akan ada tiga periode. Merupakan ide yang berbahaya, khawatir hal tsb justru akan menjadi tirani bagi masyarakat. Apalagi ada cerita KLB Demokrat,” tulis @MardaniAliSera pada Minggu, 14 Maret 2021.
Sebagai catatan, Presiden Jokowi pada tahun 2019 telah mengatakan bahwa wacana tersebut ibaratnya seperti ‘tamparan ke wajahnya.’
“Kalau ada yang usulkan itu, ada tiga menurut saya. Satu ingin menampar muka saya, ingin cari muka, menjerumuskan. Itu saja,” ujar Jokowi pada Senin, 2 Desember 2019, dilansir dari Republika.co.
Baru-baru ini, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ade Irfan Pulungan juga menegaskan kembali bahwa Presiden Jokowi tidak akan melanggar ketentuan yang sudah tercantum dalam konstitusi.
“Gak ada (setuju presiden tiga periode). Pak Jokowi tidak punya keinginan langgar konstitusi negara yang namanya UUD 1945. Saya yakinkan 10 ribu persen,” kata Ade, pada Minggu 14 Maret 2021, dilansir dari CNN Indonesia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
