Masuk

Kabar Jeritan Emak-emak Hadapi Lonjakan Harga Pangan, Andi: Kalau Ahok-Jarot Jadi Presiden, Bisa Lebih Kacau Lagi Negeri Ini

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta yang juga Politisi Partai Golkar Andi Sinulingga menanggapi berita disalah satu media yang memberitakan mengenai jeritan emak-emak hadapi lonjakan harga pangan.

Andi pun menanggapi berita tersebut dengan menuliskan kalau Ahok-Jarot jadi Presiden, bisa lebih kacau lagi negeri ini, makin susah rakyat.

Andi juga memposting status dari akun Twitter media CNN Indonesia @CNNIndonesia yang menuliskan “Jeritan Emak-emak Hadapi Lonjakan Harga Pangan” yang melampirkan link dari judul berita tersebut.

Baca Juga: Anies Baswedan Bertemu Dubes Amerika Serikat, Andi Sinulingga: Kok Bisa! Apa Kapasitas Anies?

Hal ini ia sampaikan di akun media sosial Twitternya @AndiSinulingga sebagaimana terlihat pada hari Rabu, 22 Juni 2022.

“Kalau Ahok-Jarot jadi Presiden, bisa lebih kacau lagi negeri ini, makin susah rakyat.” tulis Andi Sinulingga.

Dilansir dari CNNIndonesia.com dengan judul berita ‘Jeritan Emak-emak Hadapi Lonjakan Harga Pangan’ yang terbit pada Rabu, 22 Juni 2022, Sejumlah ibu-ibu mengaku keberatan karena harga-harga bahan pokok melonjak, seperti brokoli, kol dan sawi hingga berbagai jenis cabai.

Baca Juga: Ade Armando Singgung Suara Umat Kristen, Andi Sinulingga: Dia Sakit Jiwa

Anis, seorang ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di Pasar Bintaro Sektor II, mengeluhkan harga-harga pokok yang menurutnya sudah meroket tinggi.

 “Berat banget sih, karena naiknya pada tinggi-tinggi banget,” ujar Anis kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/6).

Ia biasa pergi ke pasar setiap hari untuk belanja bahan-bahan masakan seperti bumbu dan sayuran. Namun, karena harga-harga sedang melangit, ia terpaksa mengirit pembeliannya agar uangnya masih mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga lain.

“Jadinya mengirit banget gara-gara harga pada tinggi semua. Yang pasti itu,” katanya.

Baca Juga: Jakarta Punya Pemimpin Baru, Andi Sinulingga Sebut Anggap Aja Dipimpin Ahok

Dulunya, ia membeli cabai 1 kg. Karena harga naik tajam, kini ia mengurangi pembeliannya. Ia juga mengurangi pembelian bawang merah dan kol karena harga masih cukup tinggi.

Kenaikan barang yang ia rasa paling membebani adalah kenaikan harga minyak goreng yang menurutnya sampai sekarang belum kunjung turun ke harga yang masuk akal.

“Buat aku minyak (goreng), kalau cabai dan lain-lain masih bisa kita kurangi pemakaiannya. Tapi kalau minyak goreng itu terasa banget,” sebutnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Ita, seorang pembeli di Pasar Bintaro Jaya. Ia mengungkapkan sudah mulai membatasi barang di daftar belanja karena harga sedang naik.

“Ya mau gimana lagi, cuma dibatasi aja belinya. Pada naik semua harganya, rasanya menyebalkan,” kata Ita.

Menurut Ita, harga cabai sedang melonjak sekali. Sehingga, ia terpaksa mengurangi pembuatan resep-resep rumah yang memerlukan cabai supaya ia tidak usah pergi pasar untuk membeli lagi.

“Ya misalkan belanja cabai, biasanya sekilo paling kalau kita butuh aja belinya,” imbuhnya.

Ia berharap harga-harga bahan pokok dapat segera turun. Sebab, ia sendiri merasa penghasilan pembeli maupun penjual sama-sama berkurang di kala pandemi yang melanda. Anggaran belanja mingguannya pun tetap sama, tidak bertambah meskipun harga-harga sedang tinggi.

“Ya segera turunlah, biar pembeli maupun pedagang juga banyak yang beli. Soalnya kan gara-gara covid-19 penghasilan juga banyak berkurang kan,” sebutnya.

Sebelumnya, harga berbagai jenis bahan pangan melonjak di sejumlah pasar di kawasan Bintaro hingga hampir dua kali lipat. Di Pasar Bintaro Jaya, Tangerang Selatan misalnya, harga cabai merah naik dari Rp50 ribu kilogram (kg) menjadi Rp100 ribu per kg dibandingkan pekan lalu.

Bukan hanya cabai merah, cabai keriting pun naik dari Rp60 ribu menjadi Rp90 ribu. Kemudian cabai hijau yang sempat berada di Rp16 ribu, kini harganya melonjak menjadi Rp30 ribu.

“Pada naik semua, dua kali lipatnya,” kata Siti, seorang pedagang bumbu di pasar tersebut.

Selain itu, komoditas pangan lainnya juga melonjak harganya. Seperti tomat, kol, brokoli, hingga bawang merah.