Masuk

Kabinet Jokowi Sudah Rapuh, Mahasiswa Ingin Habis Lebaran Ganti Presiden, ini Analisis Rocky Gerung

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi dinilai sudah rapuh dan tinggal menunggu waktu. Pengamat politik Rocky Gerung membeberkan ada aksi besar dari mahasiswa untuk mengganti presiden setelah Lebaran.

Rocky Gerung memandang bahwa situasi ekonomi sudah makin buruk, harga-harga melejit, itu karena kabinet pemerintahan Presiden Jokowi tidak lagi memiliki kesadaran dan etika politik.

“Kalau di Eropa itu pemerintahan sudah jatuh begitu harga-harga naik pemerintah mengundurkan diri, etikanya begitu. Ini justru harga jatuh, ekonomi memburuk dia (pemerintahan Jokowi) malah mau memperpanjang, kan memang otaknya nggak mampu untuk melihat hukum sosiologi,” kata Rocky seperti terekam dalam Youtube Rakyat Bersuara, Sabtu, 9 April 2022.

Baca Juga: Asrama Mahasiswa Nusantara Mulai Dibangun di Makassar

Dibeberkan Rocky bahwa para investor internasional mengetahui kabinet Presiden Jokowi sudah selesai, semua kabinetnya sudah rapuh dan tinggal menunggu usaha-usaha kecil jatuhnya Presiden Jokowi.

“Jadi kalau kita bilang orang masih mau bikin lagu 2024 ganti presiden atau tagline #gantipresiden2024 nggak bisa lagi. Mahasiswa udah nggak mau bicara itu. Mahasiswa ingin setelah dua minggu ke depan habis Lebaran, ya udah ganti aja presiden, kan itu intinya dan semua analisis juga lakukan itu,” ungkap ahli filsafat tersebut.

Tangkapan layar pernyataan Rocky Gerung bahwa Mahasiswa ingin ganti Presiden selepas Lebaran nanti/ ditayangkan di Youtube Rakyat Bersuara, Sabtu 9 April 2022

Rocky juga menganggap Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai orang penting yang terdidik tak lagi memiliki etika dan konsep untuk memperbaiki polemik negeri.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Jokowi Himbau Jangan Ada Gesekan Sosial dan Adu Domba Politik

“Tapi karena Sri Mulyani sudah kehilangan rasa etisnya, akhirnya Menteri Keuangan jadi petugasnya petugas. Dia nggak punya lagi pemikiran konseptual sebagai orang yang di-trained dalam Macroeconomic dan public polisy, dia nggak punya pengetahuan itu lagi,” tukasnya.

Seperti diketahui, direncanakan mahasiswa dalam naungan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI akan melakukan aksi demonstrasi 11 April 2022 nanti.

Namun, Koordinator Media BEM SI Luthfi Yufrizal mengaku mendapat ancaman dari nomor tak dikenal menjelang aksi massa besar-besaran yang menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode itu.

“Ada, (ancaman) keselamatan dalam jalannya aksi kita nanti,” kata Luthfi kepada Tempo, Sabtu, 9 April 2022.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Anies Baswedan Akan Dihambat Dengan Isu Bukan Indonesia Asli

Luthfi mengatakan beberapa ponsel dan media sosial punya koordinator aksi 11 April itu juga telah diretas sehingga komunikasi mereka menjadi terkendala.

Adapun mengenai undangan dari Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres Jenderal Wiranto Jumat lalu, Luthfi dan pihaknya mengaku tak menghadirinya.

“Kita lebih memilih audiensi jalanan yang mana semua masa aksi bisa melihat dan menyaksikan,” kata Luthfi.

Sebelumnya memang, Presiden Jokowi telah menegaskan kepada para menterinya untuk tak lagi membicarakan penundaan Pemilu 2024 berikut perpanjangan masa jabatan presiden.

Hal itu secara resmi disampaikannya melalui sidang kabinet paripurna di Istana Negara, 5 April 2022 lalu. Ia meminta kabinetnya untuk fokus bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing.