Selamat Datang, Jenderal!
SELASA 22 Januari 2019 pukul 10.30 WIB dalam bincang ringan bersama Deputi Kerjasama Internasional BNPT Irjen Pol Drs Hamidin (sesaat kemudian kabar gembira itu datang jika beliau akan dimuatsi sebagai Kapolda pada wilayah yang belum dijetahui).
Bincang ringan kami bersama beliau terkait deradikalisasi bagi warga negara Indonesia yang terpapar faham radikal hingga melakukan nikah on line tetapi berhoney moon-nya harus off line.
Perwira tinggi detasemen 88 anti teror Polri yang memiliki multi talenta (berbakat menulis, berhoby melukis, berlenggang dengan suara merdu sebagai vokalis juga kadang dilakoni), sejak dipercayakan oleh negara sebagai pejabat eselon 1 di BNPT dalam jabatan Deputi Kerja sama Internasional, banyak membuka mata dunia dan mata petinggi negara-negara mitra pada setiap event Internasional yang dilaksanakan oleh PBB dan organisasi-organisasi dunia yang fokus pada penanggulangan terorisme atau Counter Violent Extremisme (CVE).
Tentu saja dengan mengenalkan program deradikakisasi BNPT yang mengedepankan soft approach secara holistik integral dan berkesinambungan dari hulu ke hilir.
Sebelum beliau menjabat sebagai Deputy 3 dalam jabatan bintan dua, pak Hamidin menjabat sebagai direktur pencegahan pada kedeputian pencegahan, perlindungan dan deradikalisasi BNPT, dalam menjalankan dan memajukan strategi kebijakan dan program pencegahan beliau aktif melakukan silaturahmi dengan mitra deradikalisasi alias mantan narapidana teroris yang telah kembali ke dalam masyarakat.
Sebagai Direktur Deradikalisasi BNPT, saya banyak menimba pelajaran dan pengalaman dari beliau yang kaya dan luas pengalaman dalam menjadikan teroris dan mantan teroris sebagai sahabat dan saudara, karena misi utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengenali, membina dan menjadikan sahabat yang sebelumnya memiliki pemahaman yang terbatas terhadap eksiatensi NKRI, relasi agama dan negara serta sistem pemerintahan yang wajib dipertahankan sebagai negara bangsa bukan negara agama.
Bersama Jenderal Hamidin, tidak sedikit narapidana teroris menjadi narasumber dalam menyebarkan faham moderat dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘Alamiin.
Masyarakat Sulawesi Selatan yang memiliki falsafah hidup ‘lempu’ – getteng – taro ada taro gau’ (jujur – tegas – satunya kata dengan perbuatan).
Pak Kapolda Sulsel yang dilantik Kamis 24 Januari 2019, sangat memahami falsafah hidup tersebut, karena institusi kepolisian juga menanamkan nilai2 pendidikan karakter sejak awal.
Di samping itu, beliau (pak Kapolda) juga pernah bertugas di Kabupaten Gowa, Kabupaten Bataeng dan Kabupaten Luwu Timur sebagai Kapolres, jadi bagi beliau yang ditugaskan di Sulawesi Selatan bukan lagi cerita baru dan dongen sesaat, karena beliau sangat memahami karakter masyarakat Sulsel, bahkan beliau sesekali dengan fasihnya mengeluarkan penggalan-penggalan bahasa Bugis dan bahasa Makassar kepada penulis ketika beliau menjabat Direktur Pencegahan dan Deputy Kerjasama Internasional BNPT.
Kapolda Sulsel Bapak Irjen Pol Drs H. Hamidin sebagai putra terbaik Palembang yang pernah menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat yang kemudian menjabat Irwasum Polda Sumatera Barat, memiliki bakat bernyanyi terutama lagu-lagu mandarin, dan memahami banyak cerita dan kisah dinasti-dinasti China, terakhir beliau berkisah tentang dinasti Cheng Ho yang kemudian diangkat di atas layar lebar.
Khazanah kekayaan budaya yang pak Kapolda Sulsel miliki dan fahami dapat menjadi instrumen perekat di tengah keragaman dalam menciptakan dan memelihara keamanan di pintu gerbang Indonesia Timur, terutama dalam menghadapi pesta demokrasi yang kondusif aman lancar dan tertib.
Beliau dalam Rapat Internal Staf (RIS) bersama pejabat tinggi BNPT selalu melaporkan perkembangan dan pergerakan jaringan radikal teroris global, regional, bilateral bahkan nasional dan tingkat lokal, beliau sangat menguasai dan memahami organisasi2 teroris dari kelompok Boko Haram di Nigeria, ISIS di Syuria dan Iraq, hingga al Sabab di Somalia dan juga pergerakan jaringan Negara Islam Indonesia (NII), Jama’ah Islam (JI), Jama’ah Ansharu Tauhid (JAT), Jama’ah Ansharu Daulah (JAD), Jama’ah Ansharu Syari’ah (JAS), Jamaah Ansharu Daulah Khilafah Nusantara (JADKN), serta Mujahidin Indonesia Barat (MIB) hingga Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
Mantan Kapolres pada tiga wilayah kabupaten di Sulsel pada masanya, pak Kapolda aktif membangun komunikasi dengan dunia Internasional, tentu dengan bahasa Inggeris yang lancar dan fashih, kondisi terkini Xian Jhian, salah satu komunitas minoritas di negara China yang tidak lepas dari perdebatan Internasional, bahkan beliau pernah menyebut nama seorang bintang cantik dari suku Uighur yang bernama Dilraba Dilmurat, hal tersebut menandakan tingkat perhatian yang tinggi beliau dalam melaksanakan perintah, wajib memahami sisi-sisi utama dan sisi-sisi pendukung setiap objek dan sasaran yang diperintahkan oleh pimpinan, demikian juga sikap keteladanan beliau yang mengayomi segenap bawahan yang dipimpinnya.
Penulis mengenal baik beliau sebagai sosok yang tawadhu bukan ‘ketawa sambil duduk’ tetapi beliau sosok yang merendah di atas ketinggian, dalam menjalankan tugas sebagai Kapolda, tentu beliau melanjutkan program-program yang telah dilaksanakan oleh Kapolda sebelumnya.
Beliau juga terbuka untuk masyarakat Sulawesi Selatan dan seluruh lapisan komponen bangsa yang berada dalam wilayah kepolisian daerah Sulsel, guna memelihara situasi keamanan dalam wilayah ini.
Sulsel aman – Indonesia Damai, Selamat bertugas Bapak Kapolda.
Jakarta, 24 Januari 2019.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
