Bukit Baruga Kembangkan Urban Farming Terintegrasi, Berpotensi Jadi Percontohan di Makassar

Bukit Baruga Kembangkan Urban Farming Terintegrasi, Berpotensi Jadi Percontohan di Makassar

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Makassar — Bukit Baruga terus mengembangkan konsep kawasan hunian produktif dan berkelanjutan melalui program urban farming di kawasan Masjid Bin Baz, Bukit Baruga, Makassar.

Program tersebut memanfaatkan lahan untuk budidaya tanaman hortikultura dengan sistem greenhouse.

Setelah sebelumnya diluncurkan bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, pengembangan program kembali ditinjau langsung melalui kegiatan panen melon pada 4 September 2026.

Pengembangan urban farming ini tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga mengintegrasikan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di kawasan.

Salah satu penerapannya adalah pemanfaatan kembali air bekas wudhu untuk penyiraman tanaman serta penggunaan pupuk organik yang berasal dari pengelolaan biopori.

Baca Juga

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengapresiasi pola pengelolaan yang diterapkan dalam program tersebut.

“Yang paling menarik adalah pola terintegrasi yang dilakukan ini. Hasil limbah buangan dari air wudhu dikelola kembali untuk menyiram tanaman-tanaman yang ada. Pupuk-pupuk yang dipergunakan juga pupuk organik yang datang dari biopori mereka,” ujarnya.

Konsep tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas sebagai salah satu percontohan urban farming terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan di Kota Makassar.

Pemanfaatan lahan, pengelolaan air bekas wudhu, hingga penggunaan pupuk organik dari biopori menjadi bagian dari pendekatan yang diterapkan di kawasan tersebut.

Model ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pertanian perkotaan yang dapat diadaptasi pada kawasan perkotaan lainnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.