Terkini.id, Jakarta – Dua anak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Laporan itu dibuat oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yang juga merupakan seorang aktivis 98, bernama Ubedilah Badrun.
“Laporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak Presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan,” ujar Ubedilah di Gedung Merah Putih KPK.
Ubedilah menjelaskan bahwa laporan ini brawal dari tahun 2015, dimana salah satu perusahaan besar PT SM yang sudah menjadi tersangka pembakaran hutan dan ditintut oleh Kementerian Lingkungan Hidup sejumlah Rp 7,9 Triliun.
Namun Mahkamah Agung (MA) hanya mengabulkan tuntutan tersebut sebanyak Rp 7,8 Miliar.
- Heboh Akun Fufufafa yang Hina Keluarga Prabowo Dikaitkan dengan Gibran Rakabuming
- Gibran Saksikan Langsung Deklarasi Taruna Pro Gibran di Makassar
- Lewat Udara, Kapolda Sulsel Pantau Pengamanan Giat Jalan Santai Cawapres Gibran Rakabuming
- Menteri Pertanian Dampingi Gibran Rakabuming Temui Pelaku UMKM
- Pendaftar Jalan Sehat Satu Putaran di Makassar Mencapai 1.162.000 Orang, Gibran: Terima Kasih
“Itu terjadi pada Februari 2019 setelah anak presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM,” jelas Ubedilah yang dikutip dari Kompas.com pada Senin, 10 Januari 2022.
Menurutnya, dugaan kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sangat jelas menyeret nama Gibran, Kaesang dan juga salah satu anak dari petinggi PT SM. Karena terdapat suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan Ventura.
“Dua kali diberikan kucuran dana. Angkanya kurang lebih Rp 99,3 miliar dalam waktu yang dekat. Dan setelah itu kemudian anak presiden membeli saham di sebuah perusahaan yang angkanya juga cukup fantastis Rp 92 miliar,” jelas Ubedilah.
“Dan itu bagi kami tanda tanya besar, apakah seorang anak muda yang baru mendirikan perusahaan dengan mudah mendapatkan penyertaan modal dengan angka yang cukup fantastis kalau dia bukan anak presiden,” imbuhnya lagi.
Sebelum melayangkan laporannya ke KPK, Ubedilah mengaku telah memiliki bukti yang kuat berupa data-data perusahaan, serta bukti pemberitaan terkait adanya pemberian penyertaan modal dari pihak Ventura.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
