Terkini.id, Jakarta – Koordinator Daerah Badang Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Yusup Elpa Sagala meminta kepada pihak BEM SI agar berlapang dada dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Yusup Elpa Sagala mengatakan bahwa terkait pemberhentian 56 pegawai KPK yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bukanlah keinginan dari satu individu saja.
Namun, kata Yusup, itu merupakan sebuah konsekuensi dari prosedur administrasi yang sudah ditetapkan untuk menilai bagaimana kualitas pegawak di lembaga tersebut.
“Pemberhentian 56 pegawai KPK yang tidak lolos TWK, bukan keinginan individu, melainkan ditentukan dengan kualitas seseorang melalui prosedur administrasi,” ucapnya dikutip terkini.id dari realitarakyat, Rabu, 29 September 2021.
“Maka dari itu 56 pegawai KPK harus bisa meneruma keputusan-keputusan yang sudah ditetapkan,” sambungya.
- BEM Nusantara Minta BLT BBM Dikawal agar Tepat Sasaran
- Kecam Partai Mahasiswa Indonesia, BEM Nusantara: Partai Siluman Tiba-Tiba Pakai Nama Mahasiswa!
- Kemunculan Partai Mahasiswa Indonesia Tuai Banyak Komentar, Warganet: Pengkhianatan Terhadap Idealisme Mahasiswa!
- Kena Prank, Mahasiswa yang Temui Wantimpres Wiranto Bahas Presiden Jokowi 3 Periode Ternyata bukan BEM Nusantara
- Waduh Mana yang Benar? BEM Nusantara Bertemu Wiranto Tapi Akun Instagramnya Membantah: Bukan Kami
Ia pun meminta kepada teman-teman mahasiswa untuk selalu bersikap bijaksana, khususnya kepada kawan BEM SI untuk lebih bisa menghargai keputusan MK terkait revisi UU KPK dan tidak memberikan ultimatum.
Menurutnya, pemberian ultimatum hanya akan mengganggu kinerja KPK yang ada saat ini.
Yusup menambahkan, KPK bisa tetap menunjukkan kinerja terbaiknya, dengan pembuktkan berhasilnya penangkapan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin beberapa waktu yang lalu.
“KPK tetap berkinerja baik dan kuat. Bukannya malah melemah seperti yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa lainnya,” jelas Yusup.
Ia pun meminta kepada teman-teman mahasiswa untuk tetap mendukung ribuan pegawai KPK yang sampai saat ini masih bekerja dan berada di sana.
“Mari bersama-sama kita mendukung 1.271 pegawai KPK yang hari ini masih bekerja di KPK,” imbaunya.
“Agar mereka bisa bekerja lebih efektif lagi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
