Tak hanya menjalankan bisnis, Kaimuddin juga aktif mengedukasi petani dan masyarakat. Melalui komunitas bernama ILMI, ia memberikan pelatihan tentang teknik panen higienis dan membedakan madu murni dari yang palsu.
“Ada tiga cara sederhana untuk membedakan madu murni,” jelasnya.
Pertama, uji aroma; madu murni memiliki wangi khas nektar bunga. Kedua, warna; madu murni cenderung keruh dan sedikit encer, terutama di daerah tropis. Ketiga, tekstur; madu murni dari alam liar memiliki karakter yang unik.
Melalui upaya ini, Kaimuddin berharap semakin banyak orang yang memahami nilai madu asli dan menjaga ekosistem lebah di Indonesia.
Di Sulawesi Selatan, Kaimuddin tidak hanya dikenal sebagai pemilik merek Roemank Madu, tetapi juga sebagai pelopor dalam edukasi dan pemberdayaan petani madu.
- Float, Seringai, Danilla hingga The SIGIT Ramaikan Panggung Soundrenaline Makassar
- Duta Cari Aman Turut Edukasi Siswa SMKN 14 Gowa, Asmo Sulsel Tekankan Pentingnya Helm
- Seru dan Santai, Honda AT Family Day Asmo Sulsel Ramaikan Akhir Pekan di Palopo
- Romantisnya Wabup Gowa Darmawangsyah Muin dan Istri di Momen Ulang Tahun
- Honda AT Family Day di Palopo Tawarkan Promo Motor Matic, DP Mulai Rp600 Ribuan
Sejak memulai usahanya pada 2017, ia terus menggali potensi madu, menjadikannya bukan sekadar komoditas, tetapi juga simbol keberlanjutan.
Bagi Kaimuddin, memastikan keaslian madu murni bukan hanya soal rasa atau tekstur. Ia memperkenalkan konsep uji sanat, yakni melacak asal-usul madu, mulai dari petani, daerah sumber, jenis nektar bunga, hingga jenis lebah yang memproduksinya.
“Dengan uji sanat, konsumen bisa tahu persis dari mana madu itu berasal,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya teknik panen lestari yang menjaga ekosistem lebah.
“Panen lestari memungkinkan kita memanen madu 2-3 kali dalam setahun tanpa merusak calon lebah. Kami juga mengedukasi petani untuk meminimalisasi penggunaan asap saat panen, demi keselamatan lebah,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
