Sebagai praktisi lebah madu, Kaimuddin memberikan pelatihan langsung kepada petani dan masyarakat.
“Kami edukasi soal keselamatan, tetapi tantangannya ada pada pengadaan APD yang terkadang tidak terjangkau oleh petani,” ungkapnya.
Melalui komunitas ILMI, Kaimuddin juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem lebah.
“Madu bukan hanya soal hasil panen, tapi juga keberlanjutan ekosistem. Kalau ekosistemnya rusak, lebah punah, dan kita kehilangan banyak manfaatnya,” katanya.
Melestarikan Keajaiban Madu
- Selama Enam Bulan, Aston Makassar Suguhkan Kuliner Jalanan Khas Tokyo
- Bank Sulselbar Sabet TOP Digital PR Award 2026, Bukti Komunikasi Digital Makin Solid
- Perkuat Mutu dan Integritas, Polbangtan Kementan Jalani Audit Surveillance Integrasi ISO
- Dari Prestasi Untuk Negeri, Cetak Generasi Unggul, Festival Pelajar Jeneponto Vol I Siap Digelar
- Program Doktor Pendidikan Vokasi Keteknikan UNM Raih Akreditasi Unggul dari LAMDIK
Madu, bagi Kaimuddin, bukan hanya cairan manis yang memiliki nilai jual, tetapi juga representasi dari harmoni antara manusia dan alam.
Dengan dedikasi pada teknik panen lestari, edukasi petani, dan pengembangan produk, ia berharap madu Sulawesi dapat menjadi ikon nasional sekaligus menjaga ekosistem lebah tetap lestari.
“Setiap tetes madu membawa cerita: tentang kerja keras petani, keajaiban alam, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya penuh makna.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
