Kampus di Kota Makassar Harus Terapkan Ini, Supaya Tidak Dijauhi Milenial

Masika ICMI Sulawesi Selatan menghadirkan sejumlah dekan dan mantan rektor di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar dalam forum Masika Edutalk 2020. Membahas tantangan dan solusi yang harus dilakukan kampus di era digital, Sabtu 29 Februari 2020

Terkini.id, Makassar – Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan menghadirkan sejumlah dekan dan mantan rektor di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar. Membahas tantangan dan solusi yang harus dilakukan kampus di era digital.

Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia Zakir Sabara yang hadir sebagai salah satu pembicara menjelaskan, kampus yang mau maju harus masuk dunia internet. Dosen harus memahami perilaku anak muda atau milenial.

Anak muda sekarang suka main laptop sembari tengkurap. Karena itu kampus harus siapkan ruangan yang nyaman. Coworking space. Siapkan wifi dan colokan.

“Bukan tidur sebenarnya (mahasiswa), tapi belajar,” kata Zakir, Sabtu 29 Februari 2020.

Dia mencontohkan, ada satu mahasiswa FTI UMI yang menurut orang awam tidak terlalu pintar. Hobinya kalau ke kampus hanya main game. Tapi punya ide cerdas.

Menarik untuk Anda:

Mahasiswa ini menawarkan teknologi virtual agar dikembangkan di dalam kampus. Mahasiswa dan dosen UMI didorong mengembangkan teknologi virtual.

“Awalnya saya tidak percaya. Setelah diyakinkan ternyata teknologi virtual ini sangat bermanfaat. Mahasiswa ini sekarang terancam kaya. Padahal awalnya dianggap tidak pintar,” kata Zakir.

Belajar dari perilaku mahasiswanya, Zakir pun berinisiatif membuat ruang belajar yang nyaman di Fakultas Teknologi Industri. Lorong kampus diubah menjadi coworking space. Semua bahan bacaan dan literatur di FTI UMI sudah diarsipkan dalam bentuk digital. Jika waktu salat tiba bisa dijadikan musallah.

Setiap hari bisa ditemukan mahasiswa baring-baring. Bebas membaca dan berdiskusi. Tersedia skripsi gratis untuk dibaca.

“Mungkin ada juga yang pacaran, saya tidak tahu,” kata Zakir yang disambut tawa peserta.

Ke depan, kata Zakir, kampus harus mejadi tempat yang merdeka untuk belajar. Semua ruangan di kampus harus menjadi sumber inspirasi.

Dalam gedung atau di luar gedung harus menjadi tempat nyaman untuk mahasiswa belajar. “FTI beradaptasi agar menjadi pilihan milenial,” ungkapnya.

FTI UMI juga memanfaatkan media sosial untuk belajar. Facebook, Instagram, dan Youtube semua dimanfaatkan. Google sebagai mesin pencari nomor satu di dunia juga harus dimanfaatkan dengan baik.

“Anak-anak (sekarang) suka nonton video. Sebab inderanya bekerja ketika menonton,” kata Zakir.

Uang virtual juga sudah menjadi tren di kalangan anak muda.  mereka pakai barcode setiap kali transaksi.  “Jadi kampus harus siap-siap dengan perubahan ini,”.

“Sehebat apa pun kampus kalau tidak mulai masuk internet. Maka sulit jadi pilihan,” ungkap Zakir.

Meski dunia internet penuh dengan pengetahuan. Ilmu kemanusiaan juga harus ditunjukkan kepada mahasiswa. FTI UMI mendorong mahasiswanya menjadi relawan di setiap bencana atau masalah sosial.

“Mahasiswa kami di FTI belajar berbagi. Peduli,” katanya.

Terakhir, Zakir meminta mahasiswa di Kota Makassar berhenti berkelahi. Jangan mau diadu domba orang luar. Sesama kampus.  Sesama anak daerah.

“Berhenti berkelahi anak muda,”

Asri Tadda Anggota Masika ICMI Sulsel mengatakan, sejak 2008 sampai 2010 sudah mulai masuk dunia digital. Saat itu dirinya masih berstatus mahasiswa. Transformasi digital sudah jadi kebutuhan.

Tantangan saat ini adalah, tidak semua kampus siap mengadopsi sistem digital. Satu hal yang tidak boleh lepas dari sistem pendidikan yakni perilaku.

Dia mengatakan 80 persen orang mencari profil kampus lewat Website Official. Ada dua hal penting yang harus dilakukan. “Servis transformation dan pperation transformation,” kata Asri.

Masika Edutalk 2020 juga menghadirkan pembicara Prof Budu Dekan Fakultas Kedokteran Unhas membahas masa depan pendidikan kedokteran. Prof  M Jufri Dekan Psikologi UNM memaparkan perspektif sosio-psikologi pendidikan dalam era digital, dan Dekan FKIP Unismuh Erwin Akib, membahas pendidik di era digital.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bagaimana Pelaksanaan Ibadah Umrah di Masa Pandemi? Ini Penjelasan Amphuri

Umumkan Segera Pulang ke Indonesia, Habib Rizieq: Negeri Kita dalam Kondisi Memprihatinkan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar