Karyawan Telkomsel Ditangkap Terkait Pembobolan Data, Ini Tanggapan Denny Siregar

Terkini.id, Jakarta – Setelah sebelumnya ramai di media sosial, Polisi akhirnya menangkap karyawan Telkomsel yang diduga menjadi pelaku penyebar data pribadi Denny Siregar.

Pria berinisial FPH tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Dia merupakan karyawan outsourcing GraPari Telkomsel di Surabaya.

“Tersangka adalah karyawan outsourcing dari GraPARI Rungkut Surabaya jadi karena dia outsourcing dan bertugas sebagai customer service dia mempunyai akses terbatas atas data pribadi pelanggan,” kata Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Kombes Reinhard Hutagaol di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat 10 Juli 2020 dikutip dari detikcom.

FPH disebutkan ditangkap pada Kamis 9 Juli 2020 kemarin. FPH diketahui membobol data pribadi Denny Siregar lalu mengirim ke akun Twitter @opposite6890.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Vice President Corporate Secretary Telkomsel, Andi Agus Akbar meminta maaf atas kejadian ini. Dia mengatakan pihaknya akan lebih meningkatkan data pribadi pelanggan.

Menarik untuk Anda:

“Tentunya kami melalui media ini kami mohon maaf kepada bapak DS atas ketidaknyamanan ini dan dari Telkomsel berusaha selalu memastikan keamanan dari data pelanggan yang ada pada kami. Jadi itu yang kita berusaha terus, ini pelajaran bagi kami untuk ke depannya akan kita perbaiki terus, tingkatkan terus keamanan untuk menjaga keamanan data pelanggan kami,” ujarnya.

Tanggapan Denny Siregar

Mengetahui pelaku pembobolan data pribadinya sudah ditangkap, Denny Siregar belum puas. Dia mengaku heran karena yang ditangkap cuma karyawan outsourcing.

Denny mempertanyakan, data pelanggan yang amat penting bisa dibobol oleh karyawan sekelas outsourcing.

“Lah, kalau dengan sertifikasi ISO itu yang bobol cuman sekelas outsourcing doang, bayangkan, betapa bahayanya semua sistem Telkomsel. Mengerikan. Kita semua terancam. Data kita bisa diakses ama coro-coro di perusahaan besar,” tulisnya.

Berikut selengkapnya tulisan Denny Siregar:

Saya senang ketika Polisi akhirnya bisa membekuk pelaku di dalam Telkomsel yang memasok data ke akun Opposite..

Terimakasih atas gerak cepatnya, Polri. Ini lumayan melegakan, karena dengan begitu kita tahu bahwa memang ada “orang dalam” yang bermain disana menjual data..

Hanya saya heran. Kok bisa ya pembobol itu pangkatnya cuman outsourcing doang ?

Tertangkapnya si “outsourcing” itu menguatkan dugaan, bahwa ada kelemahan yang berbahaya di sistem data Telkomsel.

Padahal sebelumnya, Telkomsel sudah mengelak bahwa sistem mereka sangat aman. Bahkan sudah mendapat sertifikasi ISO 27001 untuk keamanan informasi. Yang ngawasin badan independen dan profesional pulak..

Lah, kalau dgn sertifikasi ISO itu yang bobol cuman sekelas outsourcing doang, bayangkan, betapa bahayanya semua sistem Telkomsel. Mengerikan. Kita semua terancam. Data kita bisa diakses ama coro-coro di perusahaan besar.

Telkomsel itu perusahaan multinasional, dengan aset ratusan triliun rupiah, tapi yang bobol data bahkan bukan “orang penting” disana. Apakah ini permainan ? Pengalihan ? Atau hanya mencari kambing hitam ??

Karena itu, sesudah clear bahwa ada masalah di sistem internal Telkomsel, saya mau menaikkan level permainan. Saya ingin MENGGUGAT Telkomsel. Gugatan ini sangat penting, supaya Telkomsel tidak bisa sembarangan dengan data 160 juta pelanggannya.

Saya sudah menjadi korban. Rumah saya sudah diteror oleh bermacam-macam orang.

Jangan sampai, keluarga anda juga yang menjadi korban. Sudah cukup. Telkomsel harus bertanggung jawab dengan ini semua. Jangan cuman bisa ngeles atau diam saja.

Gugat Telkomsel !

Seruput kopinya gak ketinggalan.. ☕

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Usung Konsep Quality Fof Life, Teknologi NanoeTM Panasonic Hambat Pertumbuhan Virus 99,9 Persen

Teknologi Aplikasi Online Ini Bantu Cegah Kerumunan, Driver Ojol Bisa Hindari Risiko Penularan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar