Terkini.id, Makassar – Malaysia kini dalam tahap pemulihan dan sudah tidak menerapkan perintah pengawasan pergerakan yang ketat.
Hampir seluruh kegiatan bisnis mulai kembali normal tetapi masih menerapkan kesehatan yang ketat.
Namun, pihak pemerintahan Malaysia kembali mendeteksi lonjakan kasus corona baru dalam beberapa pekan terakhir ini.
Pemerintah Malaysia berencana akan menerapkan kebijakan lockdown jika kasus baru Covid-19 meningkat hingga 100 pasien perhari.
“Jika kasus corona mencapai tiga digit, kami tidak memiliki pilihan selain menerapkan kembali lockdown,” Kata Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob.
Dalam 4 hari terakhir Malaysia mencatat hingga 16 positif corona pada rabu 22 Juli 2020. 9 orang positif corona pada Kamis 23 Juli 2020, 21 positif corona pada Jumat 24 Juli 2020 dan 23 positif pada Sabtu 25 Juli 2020.
Ismail mengatakan salah satu faktor positif corona semakin meningkat adalah masyarakat sudah lupa terkait adanya ancaman corona dan protokol kesehatan untuk mencegah penularan.
“Saya mengerti bahwa jika lockdown ditegakkan kembali, itu akan membuat sangat kesulitan bagi semua pihak, termasuk orang-orang yang ingin bekerja dan lainnya,”
“Tetapi ini adalah langkah yang harus diambil,” ujar Ismail.
Malaysia pertama kali menerapkan lockdown pada 18 maret 2020 hingga 10 juni 2020 lalu.
Meningkatnya positif corona semakin melonjak akibat sebuah acara keagamaan yang diselenggarakan oleh jamaah Tabligh Akbar di salah satu masjid di Malaysia.
Pada 10 Juni 2020, Malaysia mulai melonggarkan kebijakan lockdown yang dimana hampir semua sektor sosial, agama, bisnis, ekonomi dan pendidikan dibeikan izin untuk beroprasi secara bertahap.
Malaysia juga mulai mengizinkan perjalanan antar bagian negara.
Pada Senin 27 Juli 2020 Malaysia tercatat memiliki 8.904 positif virus corona, 8.601 yang sembuh dan 124 meninggal dunia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
