Kominfo Kembali bakal Mutakhirkan Aplikasi PeduliLindungi, Ini Tujuannya

Kominfo Kembali bakal Mutakhirkan Aplikasi PeduliLindungi, Ini Tujuannya

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kominfo kembali bakal mutakhirkan aplikasi PeduliLindungi, ini tujuannya. Aplikasi PeduliLindungi yang bakal digunakan untuk mengakses berbagai sektor pelayanan publik bakal terus diupdate atau dimuktahirkan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, Kementerian Kominfo dan pihak terkait lainnya terus memutakhirkan aplikasi PeduliLindungi.

Persiapan tersebut khususnya dilakukan jelang digunakannya aplikasi PeduliLindungi untuk berbagai sektor, salah satunya industri yang berkaitan dengan ekspor.

“Pemutakhiran kebijakan dan penyiapan implementasi di lapangan terus dilakukan bersama dengan pemangku kepentingan terkait,” ungkap Johnny dalam keterangan resminya kepada wartawan, Minggu 5 September 2021.

Ia mengatakan, Kementerian Kominfo, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Kesehatan dan Telkom Indonesia terus mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi untuk memfasilitasi adaptasi tatanan kehidupan baru di masa pandemi Covid-19 di berbagai sektor.

Baca Juga

Pasalnya, aplikasi yang diluncurkan pada April 2020 lalu ini akan dimanfaatkan untuk pelacakan vaksinasi Covid-19. Dalam waktu dekat pula, aplikasi ini akan diberlakukan untuk Industri yang berorientasi kepada ekspor.

“Di sektor industri, peningkatan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi dilakukan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Perindustrian,” beber Johnny.

Ia juga berupaya meyakinkan masyarakat terkait keamanan data pengguna aplikasi PeduliLindungi. Johnny menegaskan, kasus beredarnya sertifikat vaksin Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan menandakan kebocoran data di aplikasi yang diluncurkan April 2020 lalu tersebut.

Johnny menjelaskan, berdasarkan penelusuran Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, dan BSSN, penyebaran informasi sertifikat vaksinasi Covid-19 milik Presiden Jokowi dilakukan menggunakan fitur pemeriksaan sertifikat PeduliLindungi.

Proses akses dengan memasukan input informasi NIK, lokasi vaksinasi, dan jenis vaksin berdasarkan sumber informasi yang tersedia di publik.

“Jadi, kasus ini tidak menandakan adanya kebocoran data di aplikasi PeduliLindungi. Data pengguna Pedulilindungi hingga saat ini terus dijaga agar selalu aman,” imbuh Johnny.

Kendati demikian, Johnny mengatakan berupaya meningkatkan keamanan dengan telah melakukan migrasi Sistem PeduliLindungi ke Pusat Data Nasional (PDN) pada 28 Agustus 2021 pukul 14.00 WIB.

“Saat ini Kementerian Kominfo juga telah membentuk satgas bersama BSSN, Kementerian Kesehatan, dan Telkom untuk meningkatkan pemantauan kinerja dan keamanan data PeduliLindungi di PDN,” jelasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan diterapkan di lebih banyak sektor atau aktivitas masyarakat. Salah satunya, aplikasi yang diluncurkan sejak April 2020 ini akan diberlakukan untuk Industri yang berorientasi kepada ekspor.

“Secara umum akan diberlakukan screening dengan aplikasi Pedulilindungi mulai 7 September pada industri dengan orientasi ekspor dan penunjang serta beberapa sektor esensial,” papar Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Selasa 31 Agustus 2021 lalu.

Ia menjelaskan, penerapan uji coba aplikasi PeduliLindungi ini seiring penyesuaian kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara bertahap.

Wiku mengungkapkan, beberapa update pengaturan PPKM di wilayah Jawa-Bali berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 38 Tahun 2021 yang berlaku seminggu ke depan.

Khusus industri orientasi ekspor dan domestik, imbuhnya, dapat beroperasi 100 persen dengan syarat minimal memiliki dua shift kerja, dan 50 persen karyawan telah divaksinasi.

“Juga memiliki IOMKI atau izin operasional mobilitas kegiatan industri dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” terang Wiku.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.