Terkini.id, Jakarta – Polisi masih menyelidiki kasus penjambretan yang dialami Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Hendra J Kede di depan gedung KONI, Jakarta Pusat. Total ada empat saksi yang sudah diperiksa.
“Kurang lebih kemarin laporan terakhir ada tiga orang atau empat (saksi) yang sudah kita tanya-tanya,” kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Haris Kurniawan saat dikonfirmasi, Sabtu 22 Januari 2022.
Namun, hingga kini belum ada saksi dari pihak korban yang telah diperiksa penyidik terkait kejadian tersebut. Polisi masih mengambil keterangan dari saksi yang ada di ada di tempat kejadian perkara (TKP).
“Saksi kalau yang resmi belum, BAP belum. Paling saksi yang ada di seputaran lokasi kayak satpam. Masih hanya sekedar wawancara di lapangan,” ujarnya dikutip dari laman detikcom.
Dari empat saksi yang telah diperiksa, para saksi tersebut mengaku tidak melihat langsung peristiwa pencurian tas korban itu berlangsung. Polisi masih mengumpulkan bukti lain untuk mengungkap kasus tersebut.
“Sebagian ada yang bilang ‘saya lupa pak’, ada yang melihat kayaknya iya. Jadi kan gak bisa pasti,” kata Haris.
“Jadi masih kita pastikan dulu mereka lihat atau tidak. Maksudnya kita mau mastikan benar nggak pelaku itu melintas di situ. Belum ketemu saksi yang melihat langsung,” imbuhnya.
Hingga saat ini pelaku penjambretan belum diketahui. Haris mengatakan pihaknya masih mengidentifikasi pelaku pencurian tersebut.
“Kita masih melakukan penyelidikan, guna indentifikasi pelaku, masih berjalan sampai dengan saat ini. Pelaku belum ditangkap, masih kita identifikasi dulu pelakunya,” jelasnya.
Seperti diketahui, aksi penjambretan itu terjadi di depan pintu keluar Gedung KONI, Jl Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Hendra J Kede mengatakan, kronologi penjambretan tersebut bermula saat dia selesai makan siang pada pukul 14.18 WIB dan akan berjalan menuju mobilnya yang diparkir di gedung KONI.
“Jadi selesai makan siang saya jalan kaki di Jalan Jakarta menuju mobil saya yang diparkir di KONI, setelah beberapa langkah menjelang pintu keluar KONI, setelah dekat mobil kejadian penjambretan itu,” kata Hendra saat dihubungi, Jumat 21 Januari 2022.
Hendra mengatakan pelaku berjumlah dua orang menggunakan motor berwarna merah. Ketika berhasil merampas tas korban, pelaku langsung melarikan diri.
“Motor saya nggak tahu merek apa, tapi yang jelas warna merah, yang ngebonceng baju putih yang jambret,” katanya.
Di dalam tas tersebut, Hendra mengatakan terdapat dokumen-dokumen penting, kunci apartemen, dua flashdisk, tiga cincin batu akik, dan satu buah pipa rokok.
“Ada beberapa barang pribadi di tas, tapi yang penting itu ada dua flashdisk yang berisi data-data dokumen saya sebagai Wakil Komisi KIP yang sangat penting untuk saya,” katanya.
“Kerugian pribadi nggak saya sampaikan, yang penting bagi saya data-data kedinasan,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
