Kata Pengamat Soal Isu Kudeta Demokrat, Dianggap Cuma Taktik AHY-SBY

Kata Pengamat Soal Isu Kudeta Demokrat, Dianggap Cuma Taktik AHY-SBY

R
EP
Resty
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik menganggap bahwa isu kudeta dalam tubuh Partai Demokrat sebenarnya hanya akal-akalan dari Partai Demokrat untuk mencapai tujuan tertentu.

Seperti diketahui, belakangan ini santer terdengar isu bahwa beberapa pihak internal dan juga eksternal Partai Demokrat mencoba mengambil alih paksa posisi Agus Harimuti Yudoyono (AHY) sebagai Ketua Umum.

Terlebih, sebelumnya sudah terdengar isu bahwa pengangkatan AHY sebagai Ketum sebenarnya melanggar AD/ART Partai Demokrat.

Namun, beberapa pengamat menganggap bahwa isu kudeta ini sebenarnya adalah taktik yang dibuat oleh Partai Demokrat, dipimpin SBY dan juga AHY sendiri.

Dianggap taktik demokrat adu domba Jokowi-Moeldoko

Ninoy Karundeng, penulis dan pegiat sosial menganggap bahwa tindakan AHY mengumumkan isu kudeta Partai Demokrat merupakan taktik SBY untuk mengadu domba Jokowi dan Moeldoko.

Baca Juga

” AHY adalah SBY. Semua orang tahu ini. Lalu apa yang harus dilakukan AHY menurut titah SBY? Playing victim, sok dizalimi ala SBY-AHY. Isunya kudeta Partai Demokrat, yang melibatkan Moeldoko. Dengan menyeret Moeldoko dua target bisa dicapai, termasuk menyerang Jokowi,” ucap Ninoy Karundeng pada Selasa, 9 Februari 2021, dilansir dari Sidonews.

Hal ini dilakukan karena menurut Ninoy Karundeng, Moeldoko adalah satu satu orang penting di lingkaran Jokowi.

“Caranya? AHY membusukkan Jenderal (Purn) Moeldoko yang notabene sebagai salah satu benteng Jokowi berlatar belakang TNI selain AM Hendropriyono dan LBP. Moeldoko adalah orang penting Jokowi. Maka taktik politik AHY adalah dengan mengadu domba Jokowi dan Moeldoko,” ujarnya.

Dianggap taktik SBY naikkan elektabilitas Demokrat

Mohammad Qodari, Pengamat politik Indo Barometer berpendapat bahwa tindakan AHY mengumumkan isu kudeta  kepada publik sebenarnya adalah strategi yang disutradarai oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Qodari, tujuan pertamanya yaitu untuk menghentikan Moeldoko melalui Jokowi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.