Terkini.id, Jakarta – Dalam rangka memenuhi panggilan Polda Jabar terkait dugaan kasus ujaran kebencian yang menjerat namanya itu, Habib Bahar bin Smith akan berangkat ke Bandung pada Minggu, 2 Januari 2022 malam.
Hal tersebut diketahui dari sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video yang beredar tersebut, tampak Bahar Smith tengah memanjatkan doa di depan para santrinya di pondok pesantren miliknya Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor, Jawa Barat.
Pada saat itu pula isak tangis pun pecah, mengiringi langkah menjelang keberangkatan sang Habib.
“Habib Bahar bin Smith prepare otw ke Polda Jabar. ‘Ya Rabb Jikalalu Aku Dibunuh Atau Dipenjara Untuk Membela Agamamu, Syariatmu dan AqidahMu Maka Ridhoilah Aku Ya Rabb’,” begitulah caption yang dituliskan pengunggah video tersebut, yaitu akun bernama @DJ_007_, Senin, 3 Januari 2022.
Sebelum menjalani pemeriksaan, sesampainya di Polda Jabar, Bahar Smith sempat menegaskan di hadapan wartawan jika dirinya tidak takut dipenjara bahkan dibunuh sekalipun.
Sebab menurutnya, tindakannya itu ditujukan untuk membela agama, akidah dan bangsa Indonesia.
Kepada para wartawan yang telah menunggunya, pendakwah kontroversional itu menjelaskan bahwa kehadirannya adalah bentuk ketaatan sebagai warga negara kepada hukum.
“Dan yang perlu diketahui, selama ini saya tidak pernah mangkir dari panggilan, dari dulu sampai sekarang. karena saya sebagai warga negara yang baik, saya harus kooperatif,” ungkap Habib Bahar.
Tak sampai disitu saja, Bahar Smith juga secara tegas menyebutkan jika dirinya ditahan, maka keadilan dan demokrasi di negeri ini telah mati.
Hal itu ia sampaikan setelah memenuhi panggilan Polda Jawa Barat untuk pemeriksaan terkait ujaran kebencian.
“Andaikan nanti saya ditahan, tidak keluar dari ruangan atau saya dipenjara, maka sedikit saya sampaikan bahwasanya ini adalah bentuk keadilan dan demokrasi sudah mati di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai,” timpalnya.
Menurutnya, alasan mengapa keadilan dan demokrasi sudah hilang dari negeri ini adalah karena kasus yang menimpanya saat ini diproses dengan sangat cepat, sementara kasus lain yang serupa sama sekali tidak diproses.
“Sebab kenapa? Karena saya dilaporkan secepat kilat, sedangkan masih ada penista-penista Allah, penista agama dilaporkan, tidak diproses sama sekali,” tegas Habib Bahar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
