Kecam Tindakan Relawan Jokowi, Ketum HMI: Mas Gibran aja Gak Mau Lapor Balik, Ini Malah…

Terkini.id, JakartaKetua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO, Affandi Ismail mengecam tindakan pelaporan balik oleh Ketum Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer terhadap Ubedilah Badrun.

Laporan tersebut diajukan Immanuel, sebab Ubedilah diduga melakukan pencemaran nama baik atas kedua putra Jokowi yakni Gibran dan Kaesang. 

Menilai hal itu, Affandi Ismail menegaskan jika pelaporan balik terhadap Ubedilah Badrun menjadi salah kaprah dan terlihat sebagai tindakan yang bodoh.

Baca Juga: Undang Relawan, Muslim Arbi: Jokowi Jadikan Istana Sebagai Fasilitas Pribadi

Dilansir Terkini.id melalui RMOL, pada Minggu 16 Januari 2022, Affandi mengurai bahwa Immanuel melaporkan balik Ubedilah Badrun ke Polda Metro Jaya menggunakan Pasal 317 KUHP tentang pengaduan fitnah. Padahal, pasal tersebut merupakan delik aduan.

“Pertama, pelaporan balik terhadap Bang Ubed merupakan tindakan yang salah kaprah dan bodoh. Karena ini delik aduan, seharusnya kalau memang mau melapor balik, ya Kaesang atau Gibran yang melapor, bukan dia,” tegasnya.

Baca Juga: Jokowi Kumpulkan Relawannya di Istana, Politisi Demokrat: Sungguh Tak Pantas

Menurut affandi, apa yang dilakukan Immanuel sebatas mencari sensasi. Lebih-lebih, Gibran yang dilaporkan oleh Ubedilah mengaku tidak mau mengambil langkah untuk melaporkan balik.

“Mas Gibrannya saja nggak mau lapor balik. Dia lebih menghormati hukum ketimbang melakukan tindakan yang justru malah dilakukan oleh orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan laporan Bang Ubed, seperti Immanuel ini,” ungkapnya.

Terakhir, Affandi menilai bahwa Immanuel sebagai orang yang mengklaim diri Ketua Ikatan Aktivis 98, bertolak belakang dengan semangat para mahasiswa di tahun 1998.

Baca Juga: Jokowi Kumpulkan Relawannya di Istana, Politisi Demokrat: Sungguh Tak Pantas

Sebab, 1998 membuktikan bahwa tidak ada penguasa yang bisa bertindak semena-mena kepada rakyat. Sementara saat ini, ada alumni 1998 yang malah jadi pihak yang menginjak-injak hak rakyat ketika melaporkan dugaan tindak pidana kepada aparat yang berwenang.

Ia pun meminta agar pihak-pihak lainnya, untuk tidak melakukan tindakan-tindakan non-demokratis seperti yang dilakukan oleh Immanuel. Ia meminta agar pihak-pihak lain membiarkan aparat yang berwenang, dalam hal ini KPK, menindaklanjuti laporan yang dilakukan oleh Ubedilah Badrun.

“Ini kan negara hukum, maka biarkan hukum yang membuktikan. Jangan memberangus demokrasi dengan tindakan-tindakan seperti pelaporan balik,” pungkasnya.

Bagikan