“Ini adalah penghormatan kepada warisan nenek moyang kami,” ungkap Awhy.
Tantangan dalam mengubah tenun sutra tradisional menjadi pakaian modern diakui, tetapi bagi Awhy, ini adalah langkah penting untuk mempertahankan keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain dijadikan busana, kain tenun Sutra juga dimodifikasi menjadi tas, handbag, pakaian, busana evening gaun, dan yang lebih kreatif lagi dijadikan kalung. Peminatnya juga dari berbagai kalangan seperti, pejabat, pegawai, mahasiswa, dan kalangan Masyarakat sekitar juga melirik dan menggunakan produk olahan kain tenun sutra itu.
Menampilkan karyanya dalam fashion show, membanggakan kain tenun Sutra Mandar dengan regisware praktis yang mengandung 60% bahan tenun tersebut. Baru-baru ini, mereka tampil di acara pemerintah Sulawesi Barat, memukau dengan gaun malam yang terinspirasi dari tenun Sutra Mandar yang diubah menjadi karya elegan.
“Fashion show itu sudah ada beberapa kegiatan yang diikuti. termasuk kemarin acara Bangga Benang Indonesia salah satunya itu kita memperagakan dan memperlihatkan hasil-hasil karya lebih ke regisware jadi pakaian yang langsung pakai tapi bahannya itu 60% dari bahan kain tenun Sutra Mandar. Nah, kemudian baru-baru ini kita memperagakan di pemerintah Sulawesi Barat di bidang dinas pariwisata itu kita sebagai desainer yang mendesain terlebih ke evening gaun jadi gaun malam dari tenun Sutra Mandar yang dimodifikasi menjadi sebuah karya gaun malam,” tutur makeover muda tersebut.
Perancangan Awhy tidak hanya tentang estetika tetapi lebih menekankan keberlanjutan budaya dan lingkungan.
“Saya berusaha memastikan bahwa setiap desain tidak hanya memikat pasar, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai budaya kami,” tambahnya.
Dengan fokus pada desain hasil tenunan, pengrajin tenun khas Mandar dapat memperluas pasar dengan menciptakan produk inovatif seperti pakaian pesta dan tas. Kolaborasi antara pengrajin dan desainer seperti Anda dapat menciptakan nilai tambah, meningkatkan daya tarik produk, dan membuka peluang baru. Pendekatan ini dapat meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), produk tenun Mandar, merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah, serta menciptakan peluang kerja dan pengembangan keterampilan di komunitas pengrajin.
Model yang pernah mengenakan hasil desain busana dari Awhy berbagi pengalaman uniknya.
“Mengenakan pakaian tradisional seperti tenun sutera Mandar memberi saya rasa tanggung jawab khusus,” kata pemenang peragaan busana di Sulawesi Barat itu.
Proses penyesuaian diri dengan desain yang menggabungkan elemen tradisional dan modern memerlukan kepekaan dan pengertian mendalam terhadap budaya Mandar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
