Lieus menjelaskan bahwa tindakan Anies membakar dupa adalah bentuk penghormatan kepada Vihara Dharma Jaya Toasebio sebagai salah satu situs keagamaan bersejarah di Jakarta yang berdiri sejak tahun 1751.
Lieus menegaskan bahwa ada tiga ritual utama yang harus dipenuhi untuk disebut sebagai sembahyang di vihara atau kelenteng, yaitu pembakaran dupa, kertas emas, dan lilin.
Namun, Anies tidak melakukan ketiga ritual tersebut. Anies hanya membakar dan memasang dupa (hio) lalu memberi hormat.
Kesimpulan
Dengan demikian, narasi bahwa Anies Baswedan berdoa di kelenteng agar memenangi Pilpres 2024 dapat disimpulkan sebagai hoaks. Video tersebut dibagikan dengan narasi yang keliru.
Anies berkunjung ke Vihara Dharma Jaya Toasebio, Jakarta Barat, pada 5 September 2021, dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, dan tindakannya membakar dupa merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap situs keagamaan tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
