Lebih lanjut, Andi Rasdi menjelaskan bahwa tujuan kedatangan keluarga ke rumah Harmansyah adalah untuk mencari klarifikasi terkait insiden tersebut.
Mereka ingin mengetahui alasan di balik pengerahan massa yang mengepung Andi Amar.
“Kami datang untuk bertanya baik-baik, kenapa Harmansyah mengerahkan massa untuk mengepung keponakan kami? Apakah benar itu massa Harmansyah atau bukan? Kami hanya ingin mendapatkan kejelasan,” katanya.
Dalam pernyataannya, Andi Rasdi juga menyebut bahwa keluarga besar telah berulang kali mencoba mencari Harmansyah untuk meminta klarifikasi, namun selalu gagal.
“Ini bukan pertama kalinya kami mencari Harmansyah. Sudah tujuh kali kami datang ke tempat-tempat di mana ia sering nongkrong, namun tidak pernah berhasil menemui dia,” ungkapnya.
- Kalla Toyota Raih Awards Otomotif 2026, Tegaskan Komitmen pada Inovasi dan Kepercayaan Pelanggan
- Bupati dan Ketua Kwarcab Pramuka Jeneponto Kunjungi Peserta Jamnas XII di Buperta Cibubur
- Harga Telur Anjlok, DPRD Sulsel Minta Bulog Gelar Operasi Pasar
- Pemkab Jeneponto Perkuat ETPD Gandeng Bank Sulselbar Perluas Transaksi Digital
- Kinerja Melesat, Laba PDAM Makassar Lampaui Target 2026
Ia juga menyoroti adanya pernyataan yang konon disampaikan oleh Harmansyah, di mana ia mengancam akan menghabisi Andi Amar.
Pernyataan tersebut menambah tensi antara kedua belah pihak, yang sebelumnya sudah tegang karena perbedaan kepentingan politik.
Andi Rasdi menegaskan bahwa keluarga besar Andi Amran Sulaiman hanya ingin menyelesaikan masalah ini secara damai dan melalui jalur hukum, namun insiden pengepungan tersebut telah memicu emosi di kalangan keluarga dan pendukung.
Konflik antara Harmansyah dan keluarga Andi Amran Sulaiman ini tampaknya tidak akan segera mereda. Dengan kedua pihak saling tuding dan adanya laporan polisi yang telah diajukan, ketegangan ini berpotensi berkembang menjadi isu yang lebih besar, terutama menjelang pemilu yang akan datang.
Kepolisian diharapkan dapat bertindak cepat untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi kedua belah pihak. Keberadaan kelompok massa yang diduga terlibat dalam pengepungan serta klaim adanya dukungan dari oknum polisi membuat situasi semakin rumit.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
