Kembali Menang Piala Thomas Sejak Tahun 2002, Ini Rahasia Keberhasilan Indonesia

Terkini.id, Jakarta – Indonesia kembali menbawa pulang juara Piala Thomas setelah mengalahkan China di laga final. Kemenangan Indonesia ini kembali diraih setelah terakhir kali juara pada tahun 2002 silam. 

Salah seorang pemain tunggal putra, Jonatan Cristie membagaikan rahasia kemenangan tim merah putih ini. 

Kemenangan Anthony Ginting, Fajar/Rian, dan Jonatan Christie mampu menumbangkan lawan-lawannya, dan membawa juara Piala Thomas ke pangkuan Indonesia. 

Baca Juga: Indonesia Berpotensi Meraih Dua Emas Pada Cabang Bulu Tangkis Hari...

Dilansir dari detiksport, Jonatan Christie menjadi salah satu pemain Indonesia yang tenaganya terkuras di pagelaran Piala Thomas. Jojo, begitu panggilan akrabnya, total memainkan pertandingan dengan waktu 376 menit.

Dalam situs resmi BWF, Jojo paling terkuras staminanya di fase gugur. Jojo bermain 75 menit kontra Ng Tze Yong, lalu 100 menit menghadapi Anders Antonsen, dan melawan Li Shi Feng dengan waktu 80 menit.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Ekspor Beras ke Arab, Warganet Sindir Keras...

Jonatan Christie mengungkapkan, para pelatih tim bulutangkis Indonesia memang menekankan soal stamina untuk bertarung di Piala Thomas. Latihan keras, jadi makanan utama para pemain.

“Sebelum kami berangkat ke Piala Sudirman dan Piala Thomas, kami tahu jadwalnya, kami tahu kami memiliki pertandingan back-to-back. Pelatih mendorong saya dan yang lainnya untuk berlatih lebih keras, terutama untuk meningkatkan kemampuan fisik kami,” ungkap Jojo.

Oleh sebab itu, Jonatan Christie pun menempa fisik dan staminanya. Terbukti, dirinya mampu tampil maksimal menghadapi lawan-lawannya.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Ekspor Beras ke Arab, Warganet Sindir Keras...

“Kemenangan atas Antonsen memberi saya banyak kepercayaan diri karena ketika di final (melawan Li Shi Feng), saya berkata ke diri sendiri ayo bermain 100 menit lagi, atau mungkin 120 menit!” tutupnya.

Piala Thomas sudah, kini ajang Denmark Open jadi turnamen selanjutnya. Mampukah pasukan Garuda membawa pulang titel lebih banyak?

Bagikan