Terkini, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjangkau 55,1 juta penerima manfaat per hari, melonjak signifikan dari target awal 6 juta orang. Seiring peningkatan cakupan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya dalam mengawal mutu dan keamanan pangan agar makanan yang dibagikan tetap aman, layak, dan higienis.
Dikutip dari laman situs resmi Kementerian Kesehatan, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Oktavianus menyampaikan bahwa peran utama Kemenkes dalam pelaksanaan program MBG adalah pengawasan, khususnya terhadap standar keamanan pangan di dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.
“Jadi kami dari Kementerian Kesehatan punya tugas adalah pengawasan,” ujarnya dalam konferensi pers di SMKN 1 Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Pengawasan dilakukan melalui kerja sama program MBG dengan dinas kesehatan di daerah, yang bertugas memastikan seluruh proses pengolahan makanan memenuhi standar kesehatan. Salah satu instrumen utama pengawasan tersebut adalah sertifikasi laik higienis dan layak dikonsumsi bagi dapur SPPG.
“Maka keluarlah sertifikat untuk layak dimakan dan higienis,” jelas dr. Benjamin, yang akrab disapa dr. Benny.
- Siswa SDN 7 Rumbia Dilarikan ke Puskesmas Usai Makan Menu MBG, Diduga Ikan Busuk
- Mendobrak Stigma, PT Vale Sukses Transformasi Kesetaraan Gender di Lingkungan Perusahaan dengan Optimal
- Kisah Ilham di Lokasi TMMD Ke-128 Jeneponto Menggetarkan Hati Danrem 141 Toddopuli
- Sentuhan Tulus TMMD ke-128: Kepedulian Mengalir Hangat ke Warga Jeneponto
- Gakkumhut Sulawesi Serahkan Tersangka Pemilik 24 Ekor Satwa Dilindungi di Manado, Segera Disidangkan
Hingga saat ini, sebanyak 4.535 SPPG telah dinyatakan lulus sertifikasi. Artinya, seluruh proses mulai dari kebersihan dapur, pengolahan makanan, hingga pemeriksaan laboratorium telah melalui tahapan evaluasi menyeluruh oleh Kemenkes.
Ia menegaskan tidak semua dapur dapat langsung memperoleh sertifikat. Dapur yang belum memenuhi standar diwajibkan melakukan perbaikan terlebih dahulu demi menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
Melalui pengawasan tersebut, Kemenkes memastikan 55,1 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil, mendapatkan makanan yang aman dan bergizi. Capaian tersebut disebut dr. Benny sebagai langkah luar biasa dalam perjalanan MBG menuju target nasional 82 juta penerima manfaat.
“Kalau kita melihat angka-angka pelayanan hari ini 55,1 juta, baik anak sekolah maupun ibu-ibu hamil, ini suatu hal yang luar biasa dari target 82 juta target daripada MBG ini,” ucapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
