Terkini, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) terus menunjukkan komitmennya untuk memperkuat peran sebagai institusi pendidikan berkelas dunia melalui Kuliah Pakar bertajuk “Riset Inovasi Menuju World Class University”.
Kegiatan ini berlangsung pada Senin 23 Desember 2024 di Aula Prof. Baharuddin Lopa, Fakultas Hukum Unhas, dengan menghadirkan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D sebagai narasumber utama.
Ketua Panitia, Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.MK (Ketua LPPM Unhas), dalam sambutannya mengungkapkan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi sarana interaksi ilmiah yang membawa sivitas akademika Unhas dalam meningkatkan jejaring internasional serta keterlibatan dalam komunitas akademik global.
“Forum ini membuka ruang bagi kita untuk berinteraksi secara akademis dengan jaringan ilmiah internasional, memperkuat kolaborasi riset, dan mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan global,”jelas Prof. Nasrum.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam arahannya menekankan pentingnya riset dan inovasi untuk mendukung kemajuan universitas.
- Alumni Teknik Unhas Angkatan 87 Bersiap Gelar Reuni di Kota Malang
- Puluhan UMKM Ikuti UMK Academy 2026 di Makassar, Fokus Green Business dan Digital Marketing
- Grand Opening Bursa Sajadah Makassar, Kemenhaj Sulsel: Jawaban Kebutuhan Jamaah dan Peluang UMKM Lokal
- Pengabdian Kepada Masyarakat: UNM Sukses Melaksanakan Pelatihan Budidaya Tanaman Secara Kultur Jaringan di SMKN 3 Takalar
- Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Asmo Sulsel Gelar Safety Riding di SMAN 10 Gowa
Ia menyampaikan bahwa BPOM tidak hanya fokus pada bidang farmasi, tetapi juga multidisiplin, termasuk ekonomi.
“BPOM memiliki riset yang sangat kuat. Kami ingin mahasiswa Unhas menjadikan BPOM sebagai mitra strategis untuk mendalami riset multidisiplin, memanfaatkan peluang inovasi, dan menjawab tantangan global dengan solusi berbasis ekonomi yang inovatif,” jelasnya.
Kepala BPOM, dr. Taruna Ikrar memaparkan pentingnya mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi dunia, termasuk digitalisasi, perubahan iklim, dan pandemi senyap (silent pandemic).
Tantangan ini, menurutnya, adalah peluang untuk berinovasi jika ditangani dengan pendekatan strategis.
“Era Society 5.0 menuntut kita untuk lebih adaptif terhadap perubahan. Semakin besar tantangan, semakin besar pula peluang untuk menciptakan dampak positif. Jangan takut menghadapi tantangan, karena di baliknya selalu ada peluang besar,” ujar alumni Fak. Kedokteran Unhas ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
