Kesadaran Berbahasa Indonesia di Ruang Publik Hukumnya Wajib

Sosialisasi Penggunaan Bahasa di Media

Terkini.id,Makassar – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Dadang Sunendar melayangkan permintaan kepada masyarakat agar menggunakan bahasa Indonesia di ruang publik.

Permintaan tersebut disampaikan Dadang saat sosialisasi ihwal pengutamaan bahasa negara di media massa. Ia menilai kesadaran berbahasa Indonesia sebagai sebuah bangsa harus ditumbuhkan.

“Jadi penguatan bahasa negara harus di munculkan di ruang publik. Jangan sampai dimana-mana pengumuman, spanduk, nama apartemen, pemukiman beramai-ramai menggunakan bahasa asing,” kata Dadang di Balai Bahasa Sulsel, Senin, 17 Juni 2019.

Penguatan tersebut diatur dalam UU No. 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, lambang negara, serta lagu kebangsaan. Khusus bidang bahasa, kata dia, disebutkan dengan jelas bahwa nama jalan, nama pemukiman, dan apartemen harus menggunakan bahasa Indonesia.

Dadang menilai, bila tak ditangani dengan serius kedaulatan bahasa indonesia hilang di Indonesia sendiri. Olehnya itu, ia meminta bantuan media massa untuk menyuarakan kepada seluruh masyakat.

“Kami dari Bahasa dan Pembukuan tidak anti bahasa asing. Slogannya kami, mengutamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing. Tapi penempatannya harus betul jadi silahkan menggunakan bahasa asing.” Tegasnya.

Ia pun melakukan penelitian yang mendalam tentang penggunaan bahasa asing. Berdasarkan pengamatannya, sudah banyak yang menggunakan bahasa asing di ruang publik. Katanya, ini adalah tanggung jawab kita bersama-sama bagaimana kita mengutamakan bahasa indonesia.

“Kami telah mengusulkan di Pemda Sulselbar terkait  peraturan daerah atau peraturan  Gubernur tentang  pengutamaan bahasa negara  dan pelestarian bahasa sastra dan Daerah. Menurutnya sudah ada beberapa provinsi telah melakukan ini,” ungkapnya.

Senada Kepala Balai Bahasa Sulsel,  Zainab menyebut pengutamaan bahasa negara di Sulawesi Selatan telah terlaksana melalui penyuluhan bahasa.

“Upaya yang telah kami lakukan yakni melakukan kordinasi dengan pemerintah setempat melalui penyuluhan-penyuluhan bahasa,” paparnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini