Masuk

Kesal karena Mendag Tidak Hadir Lagi di Rapat Kerja, Anggota DPR: Harus Dihadirkan, Tarik Bila Perlu!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Rapat kerja gabungan DPR RI bersama sejumlah kementerian guna membahas krisis pangan berujung dengan ketegangan.

Terlihat rapat tersebut tidak kondusif lantaran Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi tidak hadir.

Sebagai informasi, rapat kerja gabungan tersebut terdiri dari Komisi IV, Komisi VI, dan Komisi VII DPR RI dengan Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca Juga: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Enggan Tanggapi Reshuffle Kabinet

Rapat tersebut diadakan di ruang Badan Musyawarah (Bamus), kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pukul 16.00 WIB. Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel selaku pimpinan rapat gabungan menyampaikan Mendag Lutfi tak dapat hadir dalam rapat.

“Kami infokan bahwa rapat internal terkait kebijakan distribusi dan harga minyak goreng dengan Bapak Presiden baru selesai pukul 15.20 WIB dan dilanjutkan rapat bersama dengan Bapak Menko Perekonomian dan Menteri Perindustrian sebagai tindak lanjut arahan Presiden pada rapat tersebut,” kata Rachmat Gobel di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 15 Maret 2022.

“Sehubungan dengan hal tersebut, Bapak Mendag belum dapat hadir bersama rapat kerja gabungan di DPR RI pada Selasa, 15 Maret 2022 pukul 16.00 WIB,” tambahnya, dilansir dari Detikcom.

Baca Juga: Maju Sebagai Caleg DPR RI, Dua Purnawirawan Polri Bangun Komunikasi di Demokrat Sulsel

Oleh sebab itu, Rachmat Gobel mengusulkan agar rapat dapat dijadwalkan ulang.

“Dan mohon dengan hormat sekiranya waktu rapat kerja gabungan Komisi VI, VI dan VII DPR RI dapat dijadwalkan ulang pada kesempatan pertama dengan agenda yang sama,” ujarnya.

Saat menentukan keputusan kelanjutan rapat tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin melakukan interupsi. Sudin menyinggung Mendag yang sudah pernah absen dari rapat yang sebelumnya.

Awalnya, Sudin mempertanyakan hasil kunjungan Mendag saat melakukan operasi ke pasar-pasar dalam menyelesaikan masalah pasokan dan harga minyak goreng. Namun, kata dia, situasi kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng masih berlangsung hingga sekarang.

Baca Juga: Tak Lagi Maju di DPD RI, Ajiep Padindang Nyatakan Sikap Maju di DPR RI dari Golkar

“Satu bulan lalu kita di tempat yang sama mengundang Mendag tiba-tiba ada kunjungan ke Makassar. Selama 1 bulan Mendag keliling pasar se-Indonesia. Sampai hari ini hasilnya apa? Tetap minyaknya langka, tetap susah, harga tetap tinggi, selama 1 bulan, lho. Jadi buat apa? Hari ini datang pun tidak mungkin menyelesaikan masalah,” kata Sudin dalam rapat tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ramson Siagian menilai pimpinan DPR kurang tegas dalam mengatasi permasalahan teknis yang dia sebut menghambat pengambilan keputusan minyak goreng.

“Mohon maaf ya ini pimpinan kurang tegas. Persoalan teknis menghambat kita membuat keputusan strategis untuk kepentingan rakyat. Seharusnya sudah harus membuat keputusan-keputusan imperatif yang bisa dilaksanakan di lapangan kita hanya mengeluh, mengeluh, mengeluh, bikin malu juga kita ke rakyat, Pak,” kata Ramson.

Dia meminta pimpinan bersikap tegas dapat segera menghadirkan Mendag dalam rapat selanjutnya.

“Ini menteri ya bagaimana caranya ini urusan pimpinan. Harus dihadirkan, dong, mau jam 12 malam ya dihadirkan. Ini udah kritis, jangan hal-hal teknis kita nggak selesaikan. Jadi tolong pimpinan tegas, mungkin lusa tapi betul-betul rakyat, ditarik dia bila perlu,” ujarnya.