Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang Bagi Iskandar Jadi Pengusaha Mandiri

Terkini.id, Makassar – “Kesuksesan itu bukan milik orang pintar, tetapi kesuksesan itu adalah milik orang yang berani melakukan perubahan dalam hidupnya untuk menjadi lebih baik”.

Sepenggal kalimat dari BJ. Habibie yang menjadi modal sosial bagi sosok Iskandar, salah seorang penyandang disabilitas fisik yang kini menjadi karyawan di salah satu perusahaan Asuransi, dan punya usaha usaha sendiri.

Sejak menyelesaikan sekolahnya di SMU Pada tahun 2008, Iskandar yang akrab disapa Aldi sempat mengalami frustrasi.

Betapa tidak, sebagai anak Yatim dan anak Sulung dari 4 (Empat) bersaudara, Aldi tidak bisa memaksakan ibunya untuk menyekolahkan dirinya kejenjang pendidikan tinggi.

Aldi harus mengalah, karena ibunya sebagai tulang punggung keluarga tentu punya beban yang besar untuk menafkahi ke 4 (Empat) anaknya.

Masa kelam betul-betul ia rasakan. Keinginannya amat besar untuk membantu orang tuanya mencari nafkah, makanya Aldi memutuskan mencari kerja, namun itupun susah karena keterbatasan fisik (Cacat) menjadi kendala untuk mendapatkan pekerjaan, ditambah lagi Aldi tidak mendapatkan dukungan keluarga, bahkan malah perlakuan diskriminasi sering ia dapatkan.

Kegagalan dan masa kelam itulah yang justru menjadi pelecut semangat dan motivasi buat Adil untuk terus berusaha, bahkan ia sangat yakin.

“Proses yang dilakukan secara sungguh-sungguh, pasti tidak akan pernah menghianati hasil,” ungkap Aldi, Rabu 18 September 2019.

Hingga pada tahun 2012, Aldi memutuskan untuk meninggalkan Palopo Sulawesi Selatan merantau ke Makassar.

Pada saat di Makassar ia pernah mencoba beberapa kali melamar pekerjaan, namun lagi-lagi ditolak karena keterbatasan fisik yang dialaminya.

Bahkan ia pernah mencoba ikut bisnis Multi Level Marketing (MLM) dengan menjual produk obat-obatan herbal.

Pernah Diusir Sekuriti

Banyak kisah dan pengalaman hidup yang Aldi dapatkan saat menggeluti Bisnis MLM tersebut, ia pernah diusir sama securty kompleks, pernah di kejar-kejar anjing, bahkan setiap hari ia mesti menumpuh puluhan Kilometer berjalan kaki demi menjajakan jualannya.
Kesemua proses itu Aldi jalani dengan sepenuh hati.

Belajar di PSBD Wirajaya Makassar

Sampai pada akhirnya, sekitar tahun 2013 silam, melalui keluarga dekat Aldi, ia mendapatkan informasi tentang keberadaan Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) Wirajaya Makassar yang sekarang bernama Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya di Makassar.

Saat pertama menginjakkan kakinya di Wirajaya, Aldi merasa jika selama ini mimpi dan doanya terkabulkan. Ketika masuk di wirajaya tahun 2013, Aldi menjalani proses rehabilitasi sosial selama 2 (Dua) tahun.

Di saat kegembiraan datang, bahkan berita duka pun kembali ia terima, dan Aldi pun sangat terpukul karena disaat yang bersamaan, ibunya berpulang ke rohmatullah.

Namun, semua cobaan itu menjadikannya pribadi yang kuat.

Dengan berbekal semangat, Aldi telah memiliki keluarga dan dikarunia 2 (Dua) orang Putri. Saat ini, Selain sebagai karyawan di salah satu perusahaan Asuransi, Aldi pun telah membuka usaha penjualan es teler dan sop buah dengan menggunakan mobil miliknya sendiri.

Motivasi hidupnya yang besar dari sosok pria 29 Tahun ini, bisa dilihat dari prinsip hidupnya yang selalu bersyukur dan penuh semangat dalam melawan keterbatasan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Bisnis

Ganti Kartu Pelanggan Telkomsel Tetap Gratis

Terkini.id, Makassar – Telkomsel konsisten mengajak pelanggan untuk menjadi bagian dari eksosistem 4G LTE dengan memberikan kemudahan dan penawaran agar segera dapat beralih ke