PPNI Makassar Soroti Dewan Pengawas RSI Faisal, Ini Sebabnya

PPNI Makassar
Ketua Bidang Hukum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Makassar, Ahmad Susanto

Terkini.id, Makassar – Tenaga kesehatan memiliki beban berat dan peran penting di tengah pandemi Covid-19. Namun mirisnya, sebagian dari mereka justru dirumahkan.

Beberapa bulan terakhir, RSI Faisal menjadi sorotan publik karena telah merumahkan 157 pegawainya dengan dalih adanya penurunan pendapatan.

Ketua Bidang Hukum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Makassar, Ahmad Susanto menilai tindakan RSI Faisal terlalu berlebihan.

Pasalnya, 157 pegawai RSI Faisal Makassar yang dirumahkan seharusnya tak berbuntut panjang bila dewan pengawas melakukan evaluasi terhadap kebijakan rumah sakit.

“Harusnya ini selesai secara interen di rumah sakit. Itulah gunanya ada namanya dewan pengawas,” kata Ahmad, Kamis, 9 Juli 2020.

Menarik untuk Anda:

Padahal, lanjut Ahmad, dewan pengawas punya hak dan wewenang mengkoreksi kinerja Direksi RSI Faisal atau pengambil kebijakan di rumah sakit.

Sehingga, sikap diam dan terkesan adanya pembiaran dari Dewan Pengawas membuat pegawai yang dirumahkan menelan kekecewaan.

“Mestinya sudah selesai kalau dewan pengawasnya punya respons, punya kepekaan dalam kondisi seperti ini. Bila itu dilakukan, saya kira masalah seperti ini tidak bakalan terjadi. Harusnya dewan pengawas kuat,” tegasnya.

Diketahui, salah satu dewan pengawas yang familiar, juga merupakan salah satu Balon Wali Kota Makassar adalah Syamsu Rizal atau Deng Ical, pernah menjanjikan kepada pegawai yang dirumahkan untuk bertemu dengan direksi.

Hanya saja, hingga saat ini pertemuan tersebut tak kunjung terwujudkan.

“Sampai sekarang tidak ada pertemuan dan tidak pernah direspons keinginan teman-teman. Kenapa baru sekarang untuk minta ketemu kenapa bukan ketika misalnya, direksi akan mengabil kebijakan seperti ini,” tuturnya.

Menurut Ahmad, seharusnya dewan pengawas sudah pasang badan apabila memang memiliki kepedulian dan perhatian terhadap tenanga kesehatan.

“Ini sudah gagal sebagai dewan pengawas kemudian keluar lagi menjanji lagi teman-teman nakes untuk menyelesaikan dan ketemu tapi sampai sekarang juga tidak ada reaksi,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

10 Kepala Pasar di Makassar Dicopot Jelang Pilwali, Dinilai Sarat Kepentingan Politis

Begini Respon Polda Sulsel Soal Kasus Sindikat Penipuan Pria Iran

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar