Masuk

Ketua SPI PTN se Indonesia Prof Andi Muhammad Idkhan Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar UNM

Komentar

Terkini.id, Makassar – Ketua Satuan Pengawasan Internal Perguruan Tinggi Negeri (SPI PTN) se-Indonesia, Prof Dr Ir Andi Muhammad Idkhan, ST., MT., IPM resmi menyandang gelar guru besar atau Profesor.

Pengukuhan guru besar Universitas Negeri Makassar itu digelar di Ballroom Theater Menara Pinisi UNM Jalan AP Pettarani Makassar, 5 Oktober 2022.

Andi Muhammad Idkhan dikukuhkan jadi guru besar UNM setelah 28 tahun berkiprah pada keilmuwan Ilmu Pendidikan Teknik pada Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNM.

Ramah tamah pengukuhan Prof Dr Ir Andi Muhammad Idkhan sebagai guru besar UNM
Baca Juga: Rektor UNM Prof Husain Syam Lantik Pengurus Perluni, Hazairin Sitepu Ketua Umum

Diketahui ada dua guru besar yang dikukuhkan pada hari ini masing-masing Prof Muhammad Idkhan dan Prof Yaser, kedua guru besar tersebut masing-masing dari Fakultas Teknik UNM.

Dalam pengukuhan tersebut, Andi Idkhan menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul Employability Skill Mahasiswa Dalam Era Revolusi Industri 4.0.

Dalam orasinya, mantan pembantu dekan 3 Fakultas Teknik UNM ini mengatakan pada saat ini dunia mulai memasuki era baru yaitu era revolusi industri 4.0.

Baca Juga: Kedaireka Hadirkan RekaPreneur Pertama di Makassar, Usung Penguatan Kapasitas Inovasi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi

“Revolusi industri 4.0 adalah revolusi berbasis Cyber Physical System yang secara garis besar merupakan gabungan tiga komponen yaitu digital, fisik, dan biologi,” ujarnya.

Menurut mantan Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar 2005 hingga 2007 ini menjelaskan bahwa di Indonesia pun sudah memasuki revolusi industri 4.0, membuat setiap orang dituntut untuk melakukan inovasi-inovasi terutama untuk para pekerja untuk dapat bersaing di dunia kerja.

Pengukuhan guru besar Universitas Negeri Makassar

“Besarnya sumber daya manusia di Indonesia membuat daya saingnya menjadi tinggi. Besarnya persaingan di dalam dunia kerja membuat kekhawatiran terhadap calon sarjana yang akan memasuki dunia kerja,” tutur pria kelahiran Sinjai tersebut.

“Mahasiswa tingkat akhir yang akan memasuki dunia kerja akan dituntut untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan dengan kompetensi serta keterampilan yang tepat untuk menghadapi revolusi industri 4.0, agar mampu ikut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa,”pungkasnya.

Baca Juga: Perpus Sejarah UNM Hadirkan Presiden AGSI Sebagai Pemateri Kuliah Tamu

“Maka dari itu, kata dia mahasiswa harus meningkatkan kompetensi dan kemampuannya di berbagai bidang kehidupan agar tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi, lalu mampu mengimplementasikan kompetensi baik softskill dan hardskill, serta harus menjaga integritasnya.

“Salah satu tugas perkembangan individu kata Pembantu Dekan III Fakultas Teknik UNM tersebut adalah adanya tuntutan dari lingkungan untuk bekerja, sebagai sarana untuk mencari nafkah juga memberikan status sosial. Bekerja merupakan salah satu tugas perkembangan pada masa dewasa awal.

Ia menambahkan pekerjaan tidak hanya dipandang sebagai lahan untuk mencari nafkah, namun nilai dan kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan tidak lagi semata–mata untuk memenuhi kebutuhan fisik, namun juga kebutuhan psikis dan sosial. Mencari lapangan pekerjaan justru menjadi hal yang tidak mudah.

“Hal ini disebabkan, lajunya pembangunan kurang disertai dengan luasnya lapangan pekerjaan, padahal pencari kerja justru semakin bertambah. Akibatnya mencari kerja menjadi suatu problem tersendiri bahkan untuk orang dengan latar belakang pendidikan tinggi sekalipun,” bebernya.

Idkhan menyampaikan bahwa secara umum kesiapan seseorang untuk memasuki dunia kerja melibatkan tiga faktor, masing-masing faktor fisiologis yang menyangkut kematangan usia, kondisi fisik, dan organ-organ tubuh.

Kedua adalah faktor pengalaman yang menyangkut pengalaman belajar atau bekerja memiliki kemampuan pengetahuan dan keterampilan atau hard skills.

“Dan ketiga adalah faktor psikologis yaitu keadaan mental, emosi, dan sosial yang menyangkut kemampuan soft skills,”bebernya.

“Dari ketiga faktor tersebut, yang menjadi fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah faktor ketiga, yaitu kesiapan untuk memasuki dunia kerja ditinjau dari aspek kemampuan soft skills-nya. Berbagai penelitian menguatkan pentingnya soft skills dalam menentukan keberhasilan seseorang,”urai Idkhan.

Bagi putra kedua dari Drs. H. Andi Marzuki Amal dan Hj Sitti Fauzia mengaku employability skills merupakan modal penting bagi lulusan baru untuk dapat bersaing di dalam dunia kerja.

Dimulai dari proses mencari pekerjaan, mempertahankan pekerjaan, berkontribusi dalam menjalankan tugas pada pekerjaannya sebagai seorang pekerja, berkembang di tempat kerja, hingga mendapatkan kerja kembali ketika berhenti atau diberhentikan dari pekerjaan yang sebelumnya.

“Employability skills merupakan kemampuan yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Salah satu media untuk mempelajari dan mengembangkan employability skills adalah melalui pendidikan,”pungkasnya.

“Pendidikan menjadi dasar dari terbentuknya employability. Seseorang yang memiliki pendidikan dan pengalaman kerja yang cukup mampu bersaing di dalam dunia kerja,”tandas pria kelahiran Sinjai 7 Oktober 1966 ini.

Di akhir orasinya, ia menyampaikan rasa syukur dan mengucapkan terima kasih atas gelar profesornya.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Makassar Prof Husain Syam dalam sambutannya mengatakan bahwa kampus yang kini dipimpinnya ini telah memiliki kurang lebih dari 102 Guru Besar.

“Guru besar yang dilantik hari ini sangat bagus dan berkualitas, dimana Prof Andi Muhammad Idkhan yang membahas tentang bagaimana mempersiapkan diri dengan bekerja sesuai dengan bidangnya,”ujar Prof Husain dalam sambutannya.

Adapun profil Profil Andi Muhammad Idkhan

Profesor Andi Muhammad Idkhan merupakan tenaga pendidik di Universitas Negeri Makassar yang sudah berkiprah dalam bidang keilmuwan Ilmu Pendidikan Teknik pada Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNM selama kurang lebih 28 tahun.

Fokusnya pada kajian Ilmu Pendidikan Teknik yang telah mengantarkan Guru Besar Universitas Negeri Makassar tersebut pada puluhan karya, baik berbentuk penelitian, pengabdian pada masyarakat, penulisan ilmiah, penulisan buku, perolehan HKI maupun merumuskan kebijakan maupun tanda jasa dan penghargan dan lain-lainnya.

Biodata

Nama Lebgkap : Prof. Dr. Ir. A. Muhammad Idkhan, S.T., M.T., IPM
Tempat dan Tgl : Lahir Sinjai 7 Oktober 1966
Orang tua : Drs. H. Andi Marzuki Amal dan Hj Sitti Fauzia.
Istri : Ir. Sarwaty Sahabuddin, M.Pd
Anak        : Andi Rifqiawanto, SE,.MM
Andi Anggun Dwiutari, S.Pd, M.Pd
Andi Rachmat Marsuki
Pendidikan :
– SD Pembangunan III Tauladan Sudirman Makassar
– SMP Negeri 10 Makassar
– SMA Negeri 8 Makassar
– Strata Satu pada Jurusan Teknik Mesin Universitas Hasanuddin (1994)
– S.2 Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin program Studi Teknik Mesin 2004)
– Pendidikan Doktor di Pascasarjana Universitas Negeri Makassar pada Program Studi Ilmu Pendidikan.
Pekerjaan
1. Pada tanggal 1 Desember 1994, diangkat sebagai dosen di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Makassar, dengan memiliki riwayat jabatan :
– Tahun 2005 – 2007 sebagai ketua Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.
– Tahun 2008 – 2012 sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Teknik UNM
– Tahun 2016 – Sekarang Sebagai Ketua  Satuan Pengawas Internal UNM
– Tahun 2021 – 2024 Sebagai Ketua Satuan Pengawas Internal PTN Se Indonesia (SK Itjen Kemendikbudikti).