Kibuli Danny Pomanto Soal Vaksinasi Lansia, Identitas Pelaku Belum Terlacak

Kibuli Danny Pomanto Soal Vaksinasi Lansia, Identitas Pelaku Belum Terlacak

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar belum menjatuhkan sanksi terhadap ASN dan tenaga kontrak yang mengibuli Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ihwal vaksinasi warga lanjut usia atau lansia. 

Pasalnya, hingga saat ini Identitas pelaku belum terlacak

Kepala BKPSDM, Siswanta Attas mengaku belum bisa berbuat banyak. Sebab, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui ASN atau tenaga kontrak yang melakukan pelanggaran tersebut.

“Sekarang masalahnya, kan tidak ada datanya masuk ke saya. Cuma dikatakan ada pemalsuan, tapi siapa yang memalsukan, bagi kami, kalau ada laporan begitu, kan puskesmas yang melapor, harusnya disertakan identitas pelaku,” kata Siswanta, Kamis, 20 Januari 2022.

Siswanta menyebut pihaknya menunggu laporan dari Puskesmas, Rumah Sakit, dan Dinas Kesehatan terkait bukti dan data diri pelaku.

“Belum ada laporan kami terima, kami menunggu laporan dari Puskesmas atau dari rumah sakit, atau Dinkes. Kalau memang ada buktinya kirim ke kami, pasti dipanggil,” katanya.

“Jangan sampai nanti ada yang kita panggil, ternyata dia betul-betul bawa lansia untuk vaksin, jadi kalau ada laporan dan ada buktinya, akan kami panggil, pasti akan kami tindaklanjuti,” sambungnya kemudian.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin mengaku tak mengetahui identitas dari ASN atau tenaga kontrak yang dimaksud.

Ia mengatakan laporan tersebut datang dari penyelenggara vaksinasi massal di Mall Pipo yang merasa heran dengan ASN yang setiap hari datang mengambil foto.

“Kami tidak tau juga siapa, karena laporannya dari penyelenggara vaksin, dia heran kenapa banyak ASN di tempat vaksinasi cuma pergi foto-foto, jadi tidak ada data pasti siapa-siapa itu, hanya keluhan dari penyelenggara, jadi adapun siapa dia, itu kita tidak tahu,” jelasnya.

Ida menjelaskan, program Pemerintah Kota Makassar ihwal ASN membawa lansia untuk divaksin dimaksudkan mempercepat target vaksinasi di Kota Makassar.

“Nah maunya bapak wali kota semua bawa, supaya capaian lansia kita meningkat, makanya dengan adanya kasus seperti ini, lamban peningkatannya karena mereka tidak membawa (peserta vaksin),” terangnya.

Sebelumnya, Danny Pomanto mengatakan ASN dan tenaga honorer tersebut tak mencari warga lansia, melainkan langsung ke lokasi vaksinasi dan hanya mengambil foto lansia.

“Jadi mereka cuma bawa foto lansia sama KTPnya, baru mereka mengaku kalau dia yang ajak (vaksin), setelah dicek, ternyata bukan,” ujar Danny.

Danny mengatakan hal ini terungkap setelah sejumlah penyelenggara vaksin massal melaporkan jika ada puluhan ASN yang sering bolak-balik ke lokasi vaksinasi, dan hanya mengambil gambar.

“Vaksinator memberikan data yang berbeda jauh dengan data yang diklaim para ASN. Kita ini tidak bisa ditipu, kan kelihatan itu data-datanya,” terangnya.

Danny pun mengaku telah memerintahkan BKPSDM untuk memberi sanksi kepada pegawai yang terlibat hal tersebut.

“Bagi ASN, mereka tidak akan kami kasih jabatan lagi, untuk tenaga kontrak kita akan segera berhentikan,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.