Terkini, Makassar – Kinerja pertanian di Sulawesi Selatan mendapat sorotan lantaran mengalami penurunan yang drastis. Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan mencatat pertumbuhan sektor pertanian minus hingga -0,75 persen pada triwulan 2 tahun 2024.
BPS mencatat penurunan kinerja sektor pertanian bahkan sudah terjadi sejak triwulan III tahun 2023 lalu.
Padahal, jika melihat lebih jauh, program terkait pertanian cukup besar digalakkan pemerintah, khususnya sejak Bahtiar Baharuddin resmi menjadi Pj Gubernur Sulawesi Selatan pada September 2023 lalu.
Dalam delapan bulan terakhir sejak menjabat, Bahtiar Baharuddin gencar menggalakkan program ketahanan dan kedaulatan pangan, khususnya di sektor pertanian. Bahtiar misalnya menggalakkan program budi daya pisang hingga satu miliar bibit pohon, dan tanaman-tanaman pertanian lainnya.
Namun, dalam seminar Sulsel Talk yang digelar Bank Indonesia pada Selasa 21 Mei 2024 lalu, sektor pertanian menjadi sorotan karena kinerjanya terus turun dalam sembilan bulan terakhir.
- Gubernur Sulsel Dorong Kabupaten/Kota Terapkan Sistem Manajemen Talenta Full bagi ASN
- SPMB Makassar 2026 Resmi Dibuka, Berikut Jadwal Lengkapnya
- Pemkot Makassar Perkuat UMKM Lewat Literasi dan Inklusi Keuangan TPAKD
- Direktur Al Hajj Travel Harap Rakernas II ASITA Lahirkan Strategi Baru Pariwisata
- Transparan, Dinkes Jeneponto Ungkap Temuan Bakteri dan Histamin Penyebab 29 Anak Sakit Usai Makan MBG
Hal ini diakui oleh Pj Sekda Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsyad. Dia mengungkapkan, kinerja pertumbuhan ekonomi Sulsel yang melambat menjadi 4,51 persen, lebih disebabkan oleh sektor pertanian.
Kata Muhammad Arsyad, dari 17 sektor lapangan usaha, sektor pertanian mengalami penurunan yang drastis.
Kepala Bank Indonesia Sulsel, Rizky Ernadi Wimanda menyebutkan, sektor pertanian menyumbang pertumbuhan negatif sejak triwulan III tahun 2023 lalu.
“Sampai dengan saat ini masih tumbuh negatif, dan semakin membesar dari -0,1 persen (triwulan 3 tahun 2023), -0,46 persen (triwulan 1 2024), dan -0,75 persen (triwulan 2 2024) ,” jelas dia.
Rizky pun merinci, beberapa penyebab menurunnya sektor pertanian antara lain, karena terjadinya El Nino. Dia menyebutkan, masih terdapat risiko terjadinya penurunan produksi pertanian, lantaran terjadi La Nina serta penyaluran pupuk subsidi yang tidak tepat sasaran.
“Selain itu, kalau kita lihat, Sektor pertanian didominasi oleh subsektor perikanan budidaya dan tangkap dengan total 40 persen,” terangnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
