Terkini.id, Soppeng – Seorang anggota satlantas polres Soppeng bernama Bripka Sumaryadi menceritakan pengalamannya selama di ruang isolasi covid 19 RSUD Latemammala Soppeng.
Sebelum terpapar covid-19 dirinya hanya sakit biasa seperti deman dan menggigil, lama kelamaan Indra pencium mulai hilang.
“Awalnya sakit kepala, meriang, seluruh badan terasa sakit, hilang Indra penciuman dan keringat dingin,” cerita Bripka Sumaryadi.
Setelah muncul gejala tersebut dirinya melakukan pemeriksaan di salah satu klinik kesehatan di kabupaten Soppeng dan meminta rekomendasi swab ke Labkesda.
” Kalau batuk tidak pernah sehingga ke klinik untuk periksa dan meminta rekomendasi untuk dilakukan Swab,” katanya lagi.
- KPU dan Pemkab Soppeng Sepakati Anggaran Pilkada 2024 Sebanyak Rp 21 Miliar
- Jadwal Mati Lampu Hari Ini di Parepare-Barru-Sidrap-Soppeng, Cek Selengkapnya!
- Hari ini Listrik di Parepare-Sidrap-Barru-Soppeng Padam Selama 12 Jam, Berikut Titiknya!
- Pemprov Sulsel beri bantuan 12 milyar untuk soppeng
- 20 institusi bergabung dalam Mall Pelayanan Publik Soppeng
Setalah uji Swab di labkesda Bripka Sumarayadi di nyatakan terpapar covid 19 dan harus menjalani perawatan di ruang isolasi.
“sekitar 3 jam kemudian di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) hasilnya keluar dan dinyatakan positif covid-19 sehingga langsung dilakukan perawatan diruang isolasi RSUD Latemmamala”
Selain dirinya Istri dan anaknya juga terpapar covid 19,sehingga harus menjalani perawatan diruang isolasi.
“keesokan harinya istri dan anak ikut dilakukan perawatan diruang isolasi.”
Sumarayadi juga menceritakan saat dirawat di ruang isolasi covid 19 RSUD Latemammala Soppeng bahwa diruang isolasi sejumlah fasilitas dilengkapi serta makanan dan obat-obatan.
” Saat dirawat perasaan enak karena kita diisolasi diruang ber-AC yang dilengkapi dengan TV, makan makanan 4 sehat 5 sempurna dan WC dibersihkan setiap hari,” tutur Bripka Sumaryadi.
” Artinya kita istirahat total dan dituntut untuk selalu gembira,” tuturnya lagi.
Dari pengalaman yang telah dialami, Bripka Sumaryadi menuturkan bahwa ketika gejala covid-19 menyerang harus dipaksa untuk makan walaupun Indra penciuman hilang.
” Selama 18 hari saya diisolasi, dilakukan Swab sebanyak 7 kali sampai dinyatakan negatif, Ungkapnya.
Tidak sampai disitu, Bripka Sumaryadi setelah dinyatakan negatif covid-19, kembali dianjurkan untuk isolasi mandiri dirumah sampai 14 hari dan kini kembali menjalani tugas sebagai anggota Lalulintas di Polres Soppeng dibagian pengaduan SIM.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
