Kisah Haru Dua Orang Bocah Korban Banjir Bandang di Jeneponto

banjir di jeneponto
Bocah korban banjir bandang di Jeneponto, Nur Fadillah, diapit Dandim 425 Letkol Arh Sugiri dan Ketua Persit KCK cabang XXXIV Jeneponto Renny Widyastuti. (foto: terkini.id/Syarief)

Terkini.id, Jeneponto – Kodim 1425 Jeneponto menghibur korban banjir bandang dengan kegiatan trauma healing, di Desa Sapanang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, Senin 4 Februari 2019.

Dalam kegiatan itu, Dandim 1425 Letkol Arh Sugiri bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana cabang XXXIV Dim Jeneponto berupaya membangkitkan semangat hidup anak-anak para korban banjir.

Kegiatan itu diawali dengan cerita Nur Fadillah Illyas seorang orang anak korban banjir bandang di Desa Sapanang yang rumah orangtuanya hanyut terbawa arus banjir bandang.

Nur Fadillah menceritakan detik-detik datangnya banjir

Dengan kata terharu, Nur Fadillah yang diapit Dandim 425 Letkol Arh Sugiri dan Ketua Persit KCK cabang XXXIV Jeneponto Renny Widyastuti, menceritakan detik-detik datangnya banjir yang pada saat itu sendiri di rumahnya.

“Waktu itu saya lari ke rumah antok (Kakek) di Gandi, saya diburu air, pas diatas rumah air semakin tinggi,rumahku hancur,” tutur Nur Fadillah dengan mata berkaca-kaca.

Selain Nur Fadillah, Rehan anak korban banjir bandang di Kampung Jene’tallasa Desa Kayuloe Barat Kecamatan Turatea turut menuturkan dahsyatnya banjir bandang yang membawa pergi rumah orangtuanya.

“Saat mulai naik saya dibawa ke Pa’bentengan, setelah saya kembali rumahku sudah tidak ada, hanyutki pak,” ungkap Rehan.

Usai mendengar cerita dua orang anak korban banjir, kegiatan trauma healing dilanjutkan dengan dongeng dan sulap yang diselingi permainan game.

Berita Terkait
Komentar
Terkini