Terkini.id, Jeneponto – Ratusan warga Desa Sapanang, Kecamatan Binamu yang menjadi korban banjir bandang membutuhkan bantuan dan tempat pengungsian.
Sampai hari kedua, korban banjir bandang di Desa Sapanang belum tersentuh bantuan. Masyarakat juga mengeluh tidak tahu mau mengungsi ke tempat mana.
“Tolong pemerintah menyiapkan pengungsian warga, kami takut ada banjir susulan,” kata Tumpu, korban banjir bandang, Kamis 24 Januari 2019.
Tumpu mengaku, warga sangat membutuhkan pakaian, obat-obatan, dan air bersih. “Jalanan dan sumur tertimbun lumpur,” kata Tumpu.
Warga juga mengkritisi lambannya penanganan bencana dari BPBD Jeneponto. Karena belum mendirikan posko kesehatan dan bantuan.
21 desa di Jeneponto terkena banjir
- Peringatan Banjir dan Longsor di Indonesia: Ketika "Alarm" Sudah Berbunyi, Mengapa Dampak Tetap Besar?
- Bupati Jeneponto Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Rumbia, Pastikan Penanganan Cepat dan Tepat
- Wajo Diterjang Banjir Bandang, Warga dan Anak-Anak Selamatkan Diri di Atap Rumah
- Viral, Pria Teriak Minta Tolong ke Basarnas hingga ke Wali Kota Saat Banjir
- BSMI Terjunkan Relawan ke Lokasi Banjir Bandang Parigi

Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang dan gelombang pasang telah menyebabkan sungai-sungai meluap. Sehingga terjadi banjir di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Data sementara tercatat 53 kecamatan di 9 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mengalami banjir. Yaitu Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, Soppeng, Barru, Wajo, Bantaeng, Pangkep, dan Kota Makassar.
Di Kabupaten Jeneponto, banjir melanda 21 desa di 10 kecamatan yaitu Kecamatan Arung Keke, Bangkala, Bangkala Barat, Batang, Binamu, Tamalatea, Tarowang, Kelara, dan Turatea dengan tinggi banjir 50 – 200 centimenter.
Banjir akibat hujan deras sehingga sungai-sungai meluap, diantaranya Sungai Topa, Allu, Bululoe, Tamanroya, Kanawaya, dan Tarowang.
5 orang meninggal akibat banjir bandang Jeneponto

Dampak yang ditimbulkan adalah sementara dilaporkan 5 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 5 rumah hanyut, 51 rumah rusak berat, ribuan warga mengungsi dan ribuan rumah terendam banjir.
Evakuasi, pencarian, penyelamatan dan distribusi bantuan masih terus dilakukan. Banyak warga yang mengungsi sementara di atap rumah sambil menunggu dievakuasi.
Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dan lainnya melakukan penanganan darurat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
