Terkini.id, Makassar – Belasan ibu-ibu dari Sulawesi Selatan telah menjadi korban investasi bodong bermodus keuntungan emas dengan kerugian mencapai Rp2,6 miliar.
Investasi bodong itu terungkap setelah para korban mendatangi Polda Sulsel pada Rabu, 5 April 2023, untuk menanyakan perkembangan kasus terhadap pelaku bernama Erna, yang merupakan penyedia investasi bodong tersebut.
Erna telah dilaporkan soal kegiatan investasi bodong sejak Oktober 2022 dan Februari 2023 lalu ke Polda Sulsel.
Menurut salah satu korban bernama Eka, Erna menjanjikan keuntungan besar berupa emas seberat 1 gram hingga 1 kg.
Eka mengaku awalnya tergiur dengan persentase keuntungan dari uang yang disetorkan ke Erna, dan keuntungan yang dia dapatkan lebih besar jika setoran uang jumlahnya juga lebih banyak.
Setelah awalnya lancar dan beberapa bulan hasil keuntungan berupa emas yang dia dapat selalu terbayarkan, Eka mulai menyetor uang dalam jumlah yang lebih besar, mulai dari Rp5 juta hingga Rp150 juta.
“Setelah itu keuntungan yang dijanjikan tiap bulannya sudah tidak dibayarkan lagi,” kata Eka, Kamis, 6 April 2023.
Eka dan sejumlah korban lainnya kerap mendatangi rumah Erna yang berada di Jalan Dg Tata 1 Kota Makassar untuk meminta niat baiknya mengembalikan semua uang yang telah disetorkan.
Namun, sampai saat ini, tidak ada niat baik dari Erna untuk mengembalikan uang tersebut.
Para korban mengeluhkan lambannya pihak kepolisian mengungkap kasus dugaan investasi bodong tersebut, padahal jumlah korban diyakini terus bertambah.
Mereka sudah melaporkan ke Polda Sulsel dan kepolisian daerah masing-masing, tetapi hingga saat ini belum ada tindakan dari pihak kepolisian.
“Tidak ada perkembangan,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
