Terbaring Lemas, Hanya Berharap Satu Hal
Kini, harapan sederhana itu menjadi satu-satunya kekuatan yang tersisa. Tubuh Syifa yang selama ini terlihat kecil dan kurus, semakin melemah akibat sakit yang dideritanya. Ia kini terbaring di Rumah Sakit Andi Sultan Daeng Radja, kondisi kesehatannya kian menurun dan sangat memprihatinkan. Ia membutuhkan lebih dari sekadar obat-obatan; ia membutuhkan dukungan moril, sentuhan kasih sayang orang tua yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.
Saat ditanya apa keinginan terbesarnya saat ini, di tengah rasa sakit yang menyiksa, Syifa hanya bisa berbisik lirih dengan mata berkaca-kaca: “Ibu di mana? Syifa rindu… Syifa ingin bertemu Ibu.”
Di ruangan itu, banyak orang yang menyayanginya. Keluarga pengasuh, tetangga, dan warga sekitar terus menjenguk, berdoa, dan berjanji akan selalu ada untuknya. Namun, posisi ibu tidak bisa digantikan oleh siapa pun.
Panggilan Hati: “Datanglah, Anakmu Menunggumu”
- Kelolaan Emas BSI Regional Makassar Tembus 163 Kilogram, Berat Transformasi Digital Bulion Bank
- Beasiswa Kalla 2026 Resmi Dibuka, Dukung Generasi Muda Indonesia dan Berdaya
- Dian Ayu Pratiwi Satria, Hadir di Tengah Warga Kalimporo, Reses Jadi Jembatan Aspirasi Nyata
- Lion Group Hadirkan Promo Cashback hingga Umrah lewat Event BookCabin Travel Fair
- Lewat Inovasi Digital, BNI Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
Kisah pilu ini kini tersebar, membawa pesan harapan agar wanita yang melahirkan Syifa di atas kapal itu dapat mengetahui kabar anaknya. Bagi ibu kandung Syifa, siapa pun dan di mana pun Anda berada, inilah pesan tulus dari anak yang pernah Anda tinggalkan:
“Semoga Ibu bisa membaca atau mendengar kabar ini. Anakmu sedang sakit, sedang terbaring lemah, dan sangat rindu padamu. Datanglah, peluklah dia sekali saja. Syifa tidak menuntut banyak, dia tidak marah, dia tidak menuntut janji. Di sini, kami semua menyayangi Syifa dan siap menjadikannya keluarga selamanya, jadi Ibu tidak perlu takut atau khawatir. Syifa hanya ingin memastikan bahwa darah daging ini pernah bertemu asal-usulnya.”
Syifa hanyalah seorang anak yang ingin dicintai oleh ibunya. Ia adalah darah daging Anda, yang meski terpisah laut dan waktu, ikatan batin itu tak pernah putus. Datanglah, karena mungkin waktu tidak akan menunggu lebih lama lagi. Pelukan itu adalah hadiah terindah yang bisa Anda berikan, dan mungkin satu-satunya hal yang paling dinanti oleh Syifa di ujung hayatnya.
Semoga angin membawa pesan ini sampai ke hati ibunya, dan semoga doa seorang anak yang rindu ini didengar dan dikabulkan Tuhan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
