Klaim Kuasai Tema Debat Kedua, Danny Pomanto: Bisa Diukur Sebelum Era Saya

Pilkada Makassar
Debat Publik putaran pertama calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar.

Terkini.id, Makassar – Calon Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan”Danny” Pomato mengklaim sudah menguasai tema debat publik putaran kedua tersebut.

Hal itu dibuktikan dengan kinerja saat menjabat Wali Kota Makassar pada periode sebelumnya.

KPU telah menetapkan tema debat publik putaran kedua akan berlangsung 24 November 2020 di Kompas TV, mengusung isu pertumbuhan ekonomi, reformasi birokrasi, penataan kota, dan pelayanan publik. 

“Temanya bagus, karena topiknya paling mencolok, bisa diukur 5 tahun sebelum pemerintahan era saya, lalu masa jabatan saya, dan pemerintahan saat dipegang Pj wali kota atau gubernur selama 2 tahun ini, ukurannya sangat jelas untuk dibandingkan,” kata Danny Pomanto, Selasa, 24 November 2020.

Menurutnya, terkait tema reformasi birokrasi, di masanya sebelum Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) terbentuk, ia telah melakukan kebijakan lelang jabatan hingga di tingkat kecamatan dan kelurahan dengan melibatkan assesmen dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). 

Menarik untuk Anda:

Termasuk pula dengan pertumbuhan ekonomi Makassar di masa Danny meningkat menjadi 8,23 persen. Hal itu di atas pertumbuhan ekonomi Sulsel yang hanya rata-rata 7 persen. Pertumbuhan ekonomi nasional sendiri hanya rata-rata 5 persen kala itu.

“Variabel pertumbuhan ekonomi ada dua indikator besarnya, baik economy growth atau inflation rate-nya, lalu akibatnya ada pada PDRB, income perkapita, gini ratio, dan Indeks Pertumbuhan Manusia. pendapatan akan bagus jika ekonomi tumbuh, ekonomi tumbuh kalau PAD meningkat, berputar seperti roda, berputar antara pendapatan dan belanja, makin kencang makin jauh jalannya,” tutur Danny.

Danny menambahkan, di masanya pula pelayanan publik makin baik, terbukti dengan beberapa penghargaan resmi seperti Piala Adipura, hingga Adipura tingkat ASEAN. 

Begitu pula pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Makassar yang juga melibatkan kaum millenial sebagai aktor dari tumbuhnya ekonomi kreatif.

“Di jaman pemerintahan saya, Makassar ditetapkan oleh UNESCO sebagai destinasi wisata Gastronomi karena Makassar kaya akan ragam kulinernya,” pungkas Wali Kota Makassar periode 2014-2019 ini.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ini Lawan Kuat Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel, Berdasarkan Analisis IPI

11 Tahun Berpolitik, Adnan Purichta Ichsan Cetak Rekor Ketujuh

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar