Terkini.id, Jakarta – Budayawan sekaligus Cendekiawan Muslim, Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun mengungkapkan pembicaraannya kepada Soeharto menjelang Presiden RI ke-2 itu lengser dari jabatannya.
Cak Nun pun mengklaim bahwa di balik lengsernya Soeharto dari kursi presiden ada campur tangan dirinya dan sejumlah tokoh Islam lainnya.
Klaim tersebut disampaikan Cak Nun lewat sebuah video yang tayang di kanal Youtube King of Ye Reborn, seperti dilihat pada Kamis 25 Februari 2021.
Dalam video berjudul ‘Mengapa Cak Nun Tak Segarang Seperti Tahun 98’ tersebut, dirinya mengungkapkan apa yang ia sampaikan ke Soeharto sehingga Presiden RI setelah Soekarno tersebut bisa lengser.
“Apa yang saya sampaikan ke Pak Harto saat itu? Yang Anda ketahui dan dunia ketahui adalah resepsi ketika Pak Harto sudah mau turun, tapi enggak ada yang tahu akadnya,” ujar Cak Nun.
- Prabowo Menyatu dengan Jamaah Maiyah Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Mojokerto
- Tolak Dipanggil Presiden, Cak Nun: Saya yang Harusnya Panggil Dia
- Pesan dr. Tifa: Jangan Pilih yang Suka Piara Kodok, Jadinya Beternak Cebong
- Budayawan Cak Nun: Jika Partai PDIP Mudhorot Bagi Bangsanya Akan Dihancurkan Oleh Allah
- Pernyataan Megawati Viral, Netizen Unggah Video Cak Nun: Jangan Disalahkan, Dia Tak Sekolah, Tak Punya Ilmu Pahami Itu!
Saat itu, kata Cak Nun, ia bersama tokoh Islam lainnya yakni Cak Nur dan Malik Fajar membuat sebuah surat yang isinya meminta Soeharto turun dari jabatannya sebagai presiden.
“Jadi saya, Cak Nur, Pak Malik Fajar membuat surat ke Pak Harto. (Isinya), Pak kamu ini sudah saatnya turun karena ini, ini, ini dan ini. Nah, yang ngetik pesan itu saya,” ungkapnya.
Mengutip Hops.id, Cak Nun pun menjelaskan pada isi surat tersebut ia memberi pilihan kepada Soeharto terkait proses penurunan dia dari kursi jabatan.
Setelah itu, Cak Nun kemudian mengirimkan surat tersebut ke Soeharto melalui Mensesneg yang saat itu dijabat Saadila Mursyid.
“Itu yang tanda tangan di surat ada lima orang, tapi Gus Dur tidak terllibat,” tegasnya.
Tak lama kemudian, Mensesneg Saadila Mursyid menyampaikan surat tersebut kepada Soeharto yang lantas meminta waktu untuk menimbang-nimbang dan menunaikan ibadah salat.
Barulah setelah itu, Soeharto menghubungi Cak Nun melalui sambungan telepon.
“Cak, iya saya manut untuk lengser saat ini. Tapi saya minta kamu temani saya agar tidak ribut orang-orang itu,” ujar Cak Nun menirukan ucapan Soeharto kala itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
