KM Lintas Timur Tenggelam, 17 Awak Kapal Hilang Termasuk Satu Warga Toraja

Terkini.id, Jakarta – Sedikitnya 17 awak hilang setelah sebuah kapal kargo tenggelam saat berlayar dari Bitung di ujung utara pulau Sulawesi ke Kabupaten Morowali di selatan.

Kapal nahas tersebut membawa dengan 20 awak kapal, terbalik pada Sabtu 1 Juni 2019 lalu. Hingga saat ini, pencarian korban masih terus dilakukan.

Dari sejumlah awak yang hilang, satu di antaranya diketahui adalah warga Toraja, yakni Zulkifli.

Zulkifli diketahui adalah Mualim II di KM Lintas Timur, milik PT. Citra Baru Adi Nusantara.

Dilansir ari AFP, satu awak ditemukan selamat. Usianya 35 tahun. Dia ditemukan oleh kapal lain yang sedang melintas.

Warga tersebut diketahui bernama Yakub, asal ambon. Yakub dievakuasi oleh kapal india MV Nurbayaksar
dan diserahkan kepada kapal terdekat, hingga dirawat di RSUD Luwuk.

KM Lintas Timur dengan Rute Bitung – Morowali tersebut membuat semen dengan 20 ABK. Kapal tersebut tenggelam disekitar perairan Taliabu, Maluku Utara.

Kepala Kantor SAR Basrano mengatakan sudah mengerahkan kapal penyelamat untuk mencari 17 awak lainnya.

Satu Jenazah Ditemukan

Sementara itu, pada 9 Juni 2019, Satu jenazah telah ditemukan mengapung di perairan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Jenazah tersebut diduga anak buah kapal KM Lintas Timur yang tenggelam di Selat Taliabo, Provinsi Maluku Utara.

Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan/Basarnas Kota Palu Basrano mengatakan jenazah diduga ABK KM Lintas Timur ditemukan oleh nelayan setempat mengenakan jaket pelampung.

“Ciri-ciri jenazah tersebut mengenakan celana pendek hitam dan kaos berkerah warna gelap, serta ada tato di lengan sebelah kanan,” kata Basrano di Palu, Sabtu, 9 Juni 2019.

Hingga Sabtu petang atau hari ke lima kegiatan SAR bangkai kapal dan awak KM Lintas Timur yang melibatkan TNI-AL, TNI-AU, TNI-AD dan Polri baru menemukan dua korban, satu selamat serta satu meninggal dunia.

Dia memaparkan, proses pencarian kapal tenggelam di sekitar perairan Banggai hingga laut Banda melibatkan helikopter Super Puma HR 3213 milik TNI-AU dari lanud Hasanuddin Makassar yang beroperasi sejak Jumat 7 Juni 2019 yang mengangkut sekitar 14 personel.

Sebelumnya Super Puma dikerahkan, satu pesawat intai Boeng 737.200 TNI-AU juga terlibat dalam misi pencarian bangkai KM Lintas Timur di perairan bagian Timur Sulawesi Tengah.

“Kegiatan SAR dilakukan melalui jalur udara dan laut guna mengoptimalkan pencarian bangkai kapal dan awak KM Lintas Timur yang masih tersisa 16 orang,” pungkas Basrano.

Berita Terkait
Komentar
Terkini