Terkini, Makassar – Semangat perjuangan dan keteladanan Ajoeba Wartabone kembali dihidupkan melalui kegiatan bedah buku yang digelar di Makassar.
Forum literasi tersebut menjadi ruang refleksi untuk mengenang sekaligus memperkenalkan kembali sosok salah satu putra terbaik bangsa yang memiliki kontribusi besar bagi perjalanan sejarah Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Kegiatan ini dihadiri tokoh masyarakat, akademisi, pegiat literasi, serta generasi muda. Selain membahas perjalanan hidup Ajoeba Wartabone, forum tersebut juga mengangkat nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, dan pengabdian yang diwariskannya kepada bangsa.
Penyelenggara kegiatan yang juga merupakan cucu tertua Ajoeba Wartabone, Roeland Niode, mengatakan bahwa penyelenggaraan bedah buku tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk merawat dan meneruskan memori sejarah kepada generasi penerus.
“Sebagai cucu, saya tumbuh dengan cerita tentang pengabdian dan perjuangan Kakek Ajoeba Wartabone. Namun bagi saya, yang terpenting bukanlah hubungan keluarga kami, melainkan bagaimana nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan pengabdiannya dapat terus dikenal oleh generasi muda. Saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut merawat dan menyampaikan warisan pemikiran beliau kepada masyarakat luas,” ujarnya.
- Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
- Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
- Diplomasi Budaya dan Kuliner Warnai IGS 2026, Delegasi 28 Negara Nikmati Jamuan Khas Makassar
- Disperin Makassar Dorong Peluang Ekspor Lewat Pameran Dagang Lokal IGS 2026
Menurut Roeland, sosok Ajoeba Wartabone bukan hanya bagian dari sejarah keluarga, tetapi juga merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia.
“Beliau adalah kakek saya secara biologis, tetapi warisan perjuangan dan pengabdiannya adalah milik bangsa Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Lamahu, Fadel Muhammad, menegaskan pentingnya merawat ingatan kolektif terhadap tokoh-tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu merawat ingatan terhadap para tokohnya. Sosok Ajoeba Wartabone menyimpan banyak pelajaran tentang keberanian, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, penting bagi kita untuk terus menggali, mendokumentasikan, dan memperkenalkan kembali jejak perjuangannya sebagai bagian dari kekayaan sejarah Indonesia,” tutur Fadel.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, forum literasi memiliki peran strategis dalam membangun karakter kebangsaan dan memperkuat pemahaman sejarah di kalangan generasi muda.
“Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting karena membuka ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih dekat tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Semangat dan keteladanan yang diwariskan oleh Ajoeba Wartabone patut terus dihidupkan melalui berbagai ruang literasi dan diskusi publik,” ujar Munafri.
Melalui kegiatan bedah buku ini, para peserta diajak untuk memahami lebih dalam jejak perjuangan Ajoeba Wartabone serta nilai-nilai kebangsaan yang diwariskannya.
Diharapkan, semangat pengabdian, keberanian, dan kepemimpinan yang menjadi bagian dari warisan tokoh tersebut dapat terus menginspirasi generasi Indonesia masa kini maupun masa depan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
