Terkini.id, Jakarta – Terkait logo halal baru dari Kementerian Agama (Kemenag) yang menggantikan label Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas akhirnya buka suara.
Wakil Ketua Umum MUI itu mengomentari perihal logo baru yang diterbitkan oleh Kementerian Agama.
Menurutnya, logo tersebut terkesan menghilangkan sisi religiusnya dan bahkan bisa saja orang tak memahami logo itu.
Anwar menilai, Kemenag terlalu mengedepankan seni sehingga tak memperlihatkan halal sebagai kata yang diserap dari bahasa Arab.
Katanya, label halal yang tertera saat ini terlalu bernuansa lokal sehingga berpotensi akan kurang dimengerti banyak orang.
- Digugat Rp 1 Triliun, Anwar Abbas Justru Sedih Panji Gumilang Jadi Tersangka
- Panji Gumilang Gugat Anwar Abbas ke Pengadilan, Buntut Pernyataan Komunis
- Anwar Abbas: Pelaku Penembakan Kantor MUI Pusat Mengaku Nabi
- Menohok! Dedek Prayudi ke Anwar Abbas: Yang Kita Tidak Butuh Itu Pemuka Agama Bermental Politikus
- Soal Pernyataan Ma'ruf Amin, Anwar Abbas: MUI Harus Ingatkan Umat Memilih Capres Cawapres Terbaik
“Kalau bagi saya, tulisan Arabnya enggak nampak tulisan Arabnya,” komentar Anwar, dikutip terkini.id dari Okezone pada Minggu, 13 Maret 2022.
“Terlalu mengedepankan seni, ya, dan terlalu mengedepankan nuansa lokal.”
Bagi Anwar, dengan kentalnya nuansa lokal dalam keterangan label halal tersebut berpotensi dapat menimbulkan kekeliruan lantaran banyak orang yang tak memahami makna dari tulisan itu.
“Orang Arab pun enggak tahu kalau itu tulisan Arab. Jadi, yang tahu hanya dia saja, tapi orang sedunia ngerti kalau tulisan Arab biasa, tahu itu halal.”
Anwar menjelaskan, nuansa religius yang terkandung dalam label halal kini menghilang akibat terlalu mengedepankan seni yang berdampak menenggelamkan maknanya.
“Justru makna religiusnya hilang. Kalau ini kan enggak nampak tulisan Arabnya, meskipun dia itu tulisan Arab itu. Kata bahasa Arab itu tenggelam oleh seninya.”
Lanjutnya, meskipun label halal tersebut dinilai indah, tetapi hal itu tidak akan diperlukan jika sudah menghilangkan makna serta keutamaan dari informasi halal pada satu label itu sendiri.
“Indah sih indah, cuman orang enggak paham itu apa. Orang non Muslim kalau baca tulisannya halal, dia tau nih, ‘oh iya ini halal’, tapi kalau orang yang enggak paham, kan bingung.”
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
