Kominfo Makassar Perkenalkan Lontara+ kepada Peserta Australia Awards, Tunjukkan Praktik Baik Transformasi Digital

Kominfo Makassar Perkenalkan Lontara+ kepada Peserta Australia Awards, Tunjukkan Praktik Baik Transformasi Digital

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Makassar – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar memperkenalkan inovasi digital Makassar Super Apps Lontara+ kepada peserta Australia Awards Short Course: Governance and Public Policy Making for Subnational Governments (Aceh and Eastern Indonesia) sebagai contoh praktik baik transformasi digital di tingkat pemerintah daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Makassar Virtual Economic Center (MARVEC), Gedung Makassar Government Center (MGC), Rabu (5/8/2026), diikuti oleh 27 peserta yang berasal dari Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian Keuangan, serta perwakilan dari 12 provinsi di Indonesia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.

Menurutnya, kehadiran peserta Australia Awards menjadi momentum berbagi pengalaman mengenai implementasi transformasi digital yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar.

“Selamat datang di Kota Makassar. Kami merasa terhormat dapat dipilih menjadi lokus kunjungan ini dan berbagi pengalaman mengenai transformasi digital yang kami lakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Semoga kunjungan ini menjadi ruang bertukar pengetahuan dan memberikan manfaat,” ujar Roem.

Baca Juga

Dalam pemaparannya bertajuk “Digital Insight, Better Governance”, Roem menjelaskan bahwa Lontara+ lahir sebagai solusi atas banyaknya aplikasi pelayanan publik yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri.

Sebelum Lontara+ diluncurkan pada 27 Juli 2025, Pemerintah Kota Makassar memiliki 358 aplikasi perangkat daerah yang belum terintegrasi.

Kondisi tersebut menyebabkan layanan publik berjalan terpisah, aspirasi masyarakat tersebar di berbagai platform, dan pemerintah kesulitan mengukur tingkat kepuasan masyarakat secara menyeluruh.

Melalui integrasi seluruh layanan dalam satu aplikasi, masyarakat kini dapat mengakses berbagai pelayanan publik secara lebih mudah dan cepat.

“Melalui integrasi seluruh layanan ke dalam satu aplikasi, masyarakat kini dapat mengakses berbagai pelayanan publik dengan lebih mudah.

Dampaknya, jumlah aduan masyarakat meningkat hingga 418 persen dalam satu tahun, dengan jumlah pengguna aktif mencapai 88.015,” jelas Roem.

Ia memaparkan, sejak Juli 2025 hingga Agustus 2026, Lontara+ telah menerima 25.219 aduan masyarakat, dengan 22.663 aduan berhasil diselesaikan atau setara dengan tingkat penyelesaian 89,9 persen.

Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan 92,5 persen pengguna menilai aplikasi tersebut mempermudah akses layanan, 90 persen menyatakan aplikasi mudah digunakan, 87,5 persen menilai pelayanan semakin transparan, dan 87,5 persen mengaku puas terhadap layanan yang diterima. Sementara lebih dari 70 persen responden menilai penanganan aduan berlangsung cepat.

Menurut Roem, berbagai capaian tersebut menjadi indikator bahwa transformasi digital tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Berbagai capaian tersebut mengantarkan Pemerintah Kota Makassar meraih sejumlah apresiasi dan penghargaan nasional di bidang transformasi digital, sekaligus menjadi bukti bahwa digitalisasi mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” katanya.

Selain memperkenalkan Lontara+, Kominfo Makassar juga memaparkan fungsi Call Center 112 sebagai layanan kegawatdaruratan selama 24 jam, serta Makassar Virtual Economic Center (MARVEC) sebagai pusat integrasi dan analisis data Pemerintah Kota Makassar.

Roem menjelaskan, melalui MARVEC pemerintah dapat memantau berbagai indikator kota secara real-time, mulai dari kondisi lalu lintas melalui CCTV, pelayanan pajak daerah, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), hingga berbagai data strategis yang menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis data.

“Melalui MARVEC, pemerintah dapat memantau kondisi kota secara real-time, mulai dari CCTV lalu lintas, proses pelayanan pajak, pemantauan pelaksanaan SPMB, hingga berbagai indikator strategis lainnya yang menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis data,” jelasnya.

Pemaparan tersebut mendapat respons positif dari peserta Australia Awards. Mereka aktif berdiskusi mengenai strategi integrasi layanan digital, pengelolaan data lintas perangkat daerah, hingga mekanisme penyelesaian aduan masyarakat yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar.

Course Leader Australia Awards Short Course, Rachel Nolan, mengaku terkesan dengan sistem digital yang dikembangkan Pemerintah Kota Makassar, khususnya dalam membangun komunikasi dan respons terhadap keluhan masyarakat.

“Saya sangat terkesan dengan Pusat Pemerintahan Makassar yang baru, serta kecanggihan sistem teknologi Anda dalam merespons keluhan warga. Sangat penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa pemerintah mendengarkan mereka dan peduli pada hal-hal yang sama dengan yang mereka pedulikan,” ujar Rachel.

Menurutnya, sistem yang dibangun memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan secara mudah, termasuk melalui foto, sekaligus memperoleh informasi yang jelas mengenai proses penanganannya. Hal tersebut dinilai mampu membantu pemerintah mengelola sumber daya secara efektif serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Saya melihat sistem ini merupakan contoh unggulan yang menyediakan informasi berkualitas bagi para pengambil keputusan,” tutup Rachel Nolan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.