Terkini.id — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah menerima kunjungan kerja rombongan Komisi VI DPR RI, di Baruga Patingalloang Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Jendral Sudirman Makassar, Rabu 18 Desember 2019.
Pimpinan BUMN yang ada di Sulsel seperti Pertamina, PLN, Pupuk Indonesia, Semen Indonesia, Pelni dan perbankan, serta sejumlah kepala daerah di Sulsel.
Pada kunjungan kerja Komisi VI, digelar diskusi untuk mendengarkan aspirasi dari pihak pimpinan BUMN dan kepala daerah terkait pengawasan dan hambatan subsidi BBM, LPG 3 KG, Listrik, Pupuk, Subsidi Bunga Kredit Rakyat dan Dana Bergulir Bagi Koperasi.
Pimpinan Pimpinan kunjungan kerja Komisi VI DPR RI, Martin Manurung mengungkapkan, berdasarkan hasil diskusi, diketahui bagaimana kondisi dan distribusi pupuk bersubsidi, listrik dan BBM, serta persoalan yang daerah hadapi selama ini.
“Ternyata banyak keluhan, terkait kelangkaan pupuk bersubsidi, BBM dan sebagainya,” kata Martin.
- Kawal Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Catat Pertumbuhan 40 Persen Penyaluran di Indonesia Timur
- Pupuk Indonesia Perkuat Transparansi dan Edukasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Makassar
- PT Pupuk Indonesia Ajak Petani di Gowa Segera Tebus Pupuk Bersubsidi
- Pupuk Indonesia Ajak Petani di Maros Optimalkan Penyerapan Alokasi Pupuk Bersubsidi
- Pemerintah Daerah Aceh dan Petani Sambut Gembira serta Terimakasih atas Tambahan Alokasi Pupuk Subsidi
Olehnya itu, kata Martin sejumlah kepala daerah yang hadir diminta mengusulkan DPR RI permintaan kebutuhan pupuk subsidi, BBM dan lainnya yang di daerahnya.
“Seperti pupuk, nanti kita distribusikan ke Komisi IV, kemudian ditindaklanjuti ke Banggar. Di sini, kami Komisi VI kan mengawasi bagaimana pengelolaannya,” ujarnya.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat mengatakan, salah satu alasan kelangkaan pupuk bersubsidi di Sulsel, karena suplai pupuk memang menurun dari tahun lalu. Jika tahun 2018, yang didistribusikan 9,5 juta ton, tahun ini turun 8,8 juta ton.
Demikian pula untuk Provinsi Sulawesi Selatan alokasi pupuk tahun 2019 turun jadi 571 ribu ton dari 2018 sebanyak 569 ribu ton.
“Jadi sebenarnya yang disiapkan banyak, tapi tidak bisa didistribusikan karena dibatasi,” ungkap Aas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
