Konjen RI Jeddah Semangati Mahasiswa Indonesia di Mahrajan Universitas Madinah

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Sarpipudin, memberikan semangat kepada para Mahasiswa Indonesia yang turut meramaikan gelaran Festival Budaya Antarbangsa (Mahrajan Asyuub Wa Al tsaqofi) ke-8 yang digelar oleh Universitas Islam Madinah (UIM).

Terkini.id,Madinah – Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Sarpipudin, memberikan semangat kepada para Mahasiswa Indonesia yang turut meramaikan gelaran Festival Budaya Antarbangsa (Mahrajan Asyuub Wa Al tsaqofi) ke-8 yang digelar oleh Universitas Islam Madinah (UIM).

Festival yang diikuti sebanyak 560 peserta mewakili 80 negara digelar beberapa lalu di sebuah tenda raksasa yang terletak di Kompleks Universitas tersebut.

Ajang kebudayaan tahunan ini dibuka oleh Gubernur Madinah, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdul Aziz, dan ditutup oleh Rektor UIM, Dr. Hatem bin Hassan Al-Marzouqi, dengan pembagian aneka hadiah dan pengharagaan bagi peserta untuk kategori stan stand terbaik dan juga pengunjung yang beruntung.

Kehadiran orang nomor satu di KJRI Jeddah menjadi penyemangat bagi para mahasiswa yang secara suka rela membaktikan waktu, tenaga dan mencurahkan pikiran untuk menyiapkan secara total berbagai perlengkapan pameran.

“Terima kasih telah berperan aktif mempromosikan Indonesia dan memperkenalkan kekayaan budaya kita kepada masyarakat Saudi melalui kegiatan mahrajan ini,” ucap Konjen kepada para mahasiwa yang turut mendampinginya bersama rombongan dari KJRI Jeddah saat berkeliling ke sejumlah stan.

Muhammad Zuhair selaku Ketua Panitia untuk perwakilan Indonesia mengatakan sejak digelar delapan tahun silam di halaman kampus, ajang festival kebudayaan ini terus berkembang dan semakin dikenal luas masyarakat Saudi dan warga asing di Arab Saudi.

“Event ini telah menjadi event besar dan sudah berskala nasional, tidak hanya untuk Universitas, atau kota Madinah saja, bahkan bagi negara Saudi secara keseluruhan. Hal itu ditandai dengan kehadiran banyak duta besar dari berbagai negara ketika acara pembukaan berlangsung,” ujar Zuhair lewat keterangan persnya yang dikirim ke redaksi TERKINI.ID.

Disebutkan pula bahwa dalam gelaran budaya tahun ini, stan perwakilan Indonesia menampilkan berbagai bentuk kerajinan tangan, miniatur, galeri foto, aneka hidangan serta beberapa busana khas Indonesia dengan mengangkat tema Adat Dayak sebagai corak utamanya.

“Setiap harinya festival ini dikunjungi tak kurang dari 5000 pengunjung,”imbuhnya.

Salah seorang pengunjung yang tidak mau disebutkan namanya mengaku senang dengan gelaran festival ini  karena memperoleh kesempatan mengenal kebudayaan dari 80 negara dalam satu atap.

“Festival ini memberikan pengetahuan, menambah wawasan bagi anak-anak dan menumbuhkan semangat persaudaraan dan ukhuwah islamiah memalui pameran tersebut,”ujarnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini