Masuk

Korban Banjir Blok 10 Antang Ngaku Belum Dapat Bantuan

Komentar

Terkini.id, Makassar – Warga korban banjir di blok 10 Antang, Keluruhan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar belum menerima bantuan dari pemerintah daerah. 

“Saat ini yang paling dibutuhkan tikar, kedinginan kita di sini, karena mesjid ini tidak ada dindingnya sepotong. Jadi tolong kasih tikar, selimut, mie instan, minyak kayu putih, popok, karena ada juga balita,” ujar Koordinator Pengungsi, Hajrah, Selasa, 22 Februari 2022.

Total korban banjir di wilayah tersebut sebanyak 80 jiwa atau 21 KK terdampak banjir. Beberapa titik pengungsian, masih ada yang belum menerima bantuan. Salah satunya di Masjid Makka Al Mukarrama, Blok 10 Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala.

Baca Juga: Kerajaan Inggris Jadi Pendonor Transportasi Ramah Lingkungan di Kota Makassar

Ia mengaku baru satu titik lokasi yang mendapatkan bantuan. Titik tersebut jauh dari tempat pengungsian warga.

“Baru ada satu titik yang disalurkan, cuma di bagian atas, kita terlalu jauh ke sana, jadi cari di dekat rumah. Mesjid Makka Al mukaramah Antang blok 10,” katanya

Ia mengaku saat ini jumlah pengungsi di Masjid Makka baru enam orang. Beberapa warga masih mengemas barang-barangnya.

Baca Juga: Makassar Canangkan Program Makan Enak dan Pemanfaatan Kontainer Untuk Tekan Inflasi

“Di sini sementara baru 6 yang lain sementara kasih naik barang di rumah. Saya stay disini, begitu juga pengungsi lain, yang dekat sini,” katanya

“Artinya masih bisa di pake masjid dekat sini, kasihan rumah kalo terlalu jauh kita kontrol,” tuturnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin menjelaskan, penyebab banjir di wilayah Antang blok 10 karena adanya aliran sungai di belakang perumahan warga yang meluap hingga ke permukiman warga. 

“Hal kedua adalah wilayah tersebut menjadi imbas dari wilayah lain. Ketika wilayah lain diguruh hujan lebat maka dalam hitungan per jam dampaknya bisa sampai di kota Makassar,” jelasnya

Baca Juga: 11 Rekomendasi Kuliner Khas Kota Makassar

Lain halnya pada wilayah BTN Kodam 3 yang setiap tahunnya juga menjadi langganan banjir. 
Berdasarkan pantauan BPBD Makassar, beberapa jalan Kotipa tergenang hingga setinggi mata kaki sampai betis orang dewasa. 

“Kodam 3 sekarang ada uapan air di sungai Biringje’ne. Saat ini masih terkendali meskipun luapan air sudah ke jalan, ada beberapa titik, namun belum menjadi atensi untuk warga karena belum signifikan,” katanya. 

BPBD juga telah melakukan antisipasi cuaca ekstrim tiga hari berturut-turur kepada warga tetap dilakukan denagn pengaktifan posko siaga BPBD di wilayah langganan banjir. 

“Jelas kita selalu menyampaikan informasi kepada warga sekitar dan lebih mengaktifkan lagi posko, khususnya di Tamalanrea, kami menyampaikan kepada warga untuk mengantisipasi kalau sampai terjadi puncaknya tiba-tiba genangan menjadi banjir, kita sudah siap dengan armada untuk mengevakuasi,” tutupnya.