KPU: Sudah 225 Orang Petugas KPPS Wafat

Ilustrasi Pemilu 2019 (merdeka.com)

Terkini.id, Jakarta – Jumlah anggota panitia Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat bertugas bertambah menjadi 225 orang.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengungkapkan, jumlah anggota yang wafat sebanyak 225, sementara yang sakit sebanyak 1.470.

Dengan demikian, hingga kemarin, total petugas KPPS yang mendapat musibah meninggal dan sakit tersebut sebanyak 1.695 orang.

“Total tertimpa musibah sebanyak 1.695 orang. Ini data per pukul 18.00 WIB,” terang ,” ujar Viryan seperti dilansir detikcom, Kamis 25 April 2019.

KPU sendiri telah berkoordinasi dengan Kemenkeu untuk memberikan dana santunan bagi keluarga korban petugas KPPS yang meninggal.

Baca juga:

KPU menyampaikan, saat ini pihaknya masih menunggu besaran santunan dari Kemenkeu.

“Untuk admin pembayaran, KPU masih menunggu penetapan Standar Biaya Masukan Lainnya (SBML) oleh Menkeu,” ujar Sekjen KPU Arif Rahman Hakim saat dihubungi, Kamis 25 April 2019.

“Pemberian santunan bagi penyelenggara pemilu di badan ad hoc KPU (PPK, PPS, dan KPPS) yang meninggal atau sakit prinsipnya sudah disetujui,” sambungnya.

Arif mengatakan nantinya pembayaran dana santunan akan diberikan dari optimalisasi anggaran KPU tersebut. Dia menyebutkan, Kemenkeu berjanji santunan tersebut akan diberikan pekan ini.

Wali Kota Surabaya Tanggung Biaya Sekolah Anak Petugas KPPS

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) yang mendatangi rumah duka petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tommy Heru Siswantoro di Karanggayam Teratai, Tambaksari, Surabaya, menyatakan akan menanggung biaya sekolah anak petugas KPPS tersebut.

Tommy adalah salah satu petugas di tempat pemungutan suara (TPS) 19, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya. DIa meninggal dunia, hari ini, Rabu 25 April 2019.

Usai bertemu, Risma mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan kepada keluarga Tommy dan petugas KPPS lain yang wafat usai bertugas. Namun, bantuan tersebut bersifat biaya sekolah untuk anak yang ditinggalkan.

“Mungkin kita akan selesaikan (bantu) masalah (biaya) sekolahnya dan sebagainya,” ujar Risma usai dari rumah duka.

Komentar

Rekomendasi

Halal Bi Halal Pemkot Parepare Bersama Ormas Islam dan Forkopimda Digelar lewat Virtual

Menuju Kehidupan New Normal, Taufan Pawe : Kerja TGTPP Harus Benar dan Terukur

Diduga Main Korek di Dalam Mobil yang Ditinggal Mudik, 2 Balita tewas Terpanggang

Pelaku Penyebar Video Syur Mirip Syahrini Ditangkap, Rupanya Fans Luna Maya dan Benci Syahrini

Bupati Bener Meriah Tidak Jadi Mundur, Padahal Sudah Pengumuman Saat Salat Id

Pengusaha Sambut New Normal: Jika Tidak, Terjadi PHK Massal Pada Agustus

Sosok Dokter-Tentara Pembebasan Tiongkok Bongkar Rahasia Besar Virus Covid-19 Wuhan

Kapolsek yang Tabrak 2 Warga hingga Tewas Dicopot dan Dipenjara

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar