KPU Sulsel Minta Cadangan Dana Rp 32 Miliar, Begini Respon Gubernur Sulsel

Tujuh Komisioner KPU Sulsel menemui Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah di rujab Gubernur, Kamis 21 Maret 2019.

Terkini.id — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Sulawesi Selatan minta dana cadangan sebesar Rp32 miliar untuk persiapan sosialisasi dan pelatihan sebelum memasuki Pemilihan Umum (Pemilu) pada tanggal 17 April 2019.

Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah menyambut baik kedatangan KPU Sulsel untuk membahas soal anggaran rekapitulasi suara dan persiapan sosialisasi.

Olehnya itu, Nurdin meminta agar dilakukan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk seluruh komisioner KPU se-Sulsel sebelum menghadapi Pemilu.

“Mungkin kita perlu melakukan Rakor satu kali. Kita buat pelatihan secara menyeluruh semua kabupaten kota,” ungkap Nurdin Abdullah.

Ketua KPU Sulsel, Misna Attas mengaku, permohonan cadangan anggara tersebut sengaja dilakukan, khawatir anggaran yang disiapkan dari KPU pusat belum bisa cair sebelum digunakan.

“Kami meminta pencadangan dana dari Pemprov, karena saat ini tidak tersedia dalam pengangaggaran KPU dana untuk rekapitulasi di kecamatan sehingga kalau sekiranya ada, mudah-mudahan dari KPU RI akan turun anggaran itu tapi kalau itu terkendala maka itulah yang kami mohon minta untuk dicadangkan ke Pemprov,” jelasnya saat ditemui, usai melakukan audiensi dengan Gubernur dan Pj Sekda Pemprov Sulsel, di Rujab Gub, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Kamis 21

Anggaran sebesar Rp 32 miliar tersebut akan digunakan untuk kegiatan sosialisasi selama 14 hari di tingkat kecamatan se-Sulsel.

“Kami meminta memang anggaran untuk biaya 14 hari persiapan kegiatan rekapitulasi di tingkat kecamatan,” katanya.

Menurutnya, aturan sebelumnya memang waktu sosialisasi hanya 10 hari. Tapi untuk kedepan akan diperlakukan aturan yang 14 hari sosialisasi.

“Tapi itu kan 10 hari sekarang cuma ada kami Provinsi seluruh Indonesia kami meminta dikembalikan seperti dulu 14 hari,” ujarnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini